Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KALANGAN Transpuan dan aktivis menyayangkan polisi yang menyatakan para pelaku tidak sengaja membakar dan membunuh seorang transpuan bernama Mira.
"Saya perhatikan pembakaran dan membunuh Mira dilakukan secara berencana. Para pelaku membawa bensin. Para pelaku membawa Mira ke suatu tempat. Kenapa polisi mengatakan itu tidak sengaja," kata Kanza Vina, aktivis transpuan dalam diskusi virtual yang diselenggarakan Serikat Jurnalis untuk Keberagaman.
Selain Kanza Mira, pembicara lain ialah Direktur Pemberitaan Media Indonesia Usman Kansong, aktivis Transgender NTT Hendrika Mayora Victoria, dan aktivis HAM Usman Hamid.
Mira dibakar tubuhnya oleh enam pelaky hingga transpuan itu meninggal dunia di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, pekan lalu. Para pelaku menuduh Mira mengambil barang-barang milik pelaku.
Baca juga: Penyidik Dalami Kasus Pembunuhan Tranpuan, Mira
Polisi telah menangkap tiga dari enam pelaku dan masih memburu tiga lainnya. Dalam jumpa pers, polisi mengatakan para pelaku tidak sengaja membakar dan membunuh Mira. Para pelaku, kata polisi, sebetulnya cuma ingin menakut-nakuti.
Senada dengan Kanza, Mayora menyayangkan pernyataan polisi bahwa pelamu tidak sengaja membakar dan membunuh Mira. "Ini pernyataan yang menyakitkan," kata Mayora yang juga Ketua Badan Perwakilan Desa di Sikka, NTT itu.
Usman Hamid pun mengkritik polisi. "Pernyataan polisi itu bias, bisa membawa implikasi hukum, misalnya, para pelaku yang mestinya diadili dengan pasal pembunuhan berencana, tapi diadili dengan pasal lain," papar aktivis Amnesti Internasional itu.
Sedangkan Usman Kansong mengatakan polisi terburu-buru mengambil kesimpulan. "Menurut saya, polisi terlalu cepat menyimpulkan pelaku tidak sengaja membakar dan membunuh Mira," katanya.(OL-4)
Budi mengatakan personel akan ditempatkan di gereja-gereja, titik keramaian, hingga lokasi yang menjadi pusat kegiatan umat Kristiani selama perayaan Paskah.
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved