Kamis 02 April 2020, 16:07 WIB

Pernikahan Kapolsek yang Kontroversial Dihadiri Wakapolri

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Pernikahan Kapolsek yang Kontroversial Dihadiri Wakapolri

Instagram @pauull_21
Pesta pernikahan Kapolsek Kembangan, Jakarta Barat, Komisaris Polisi (Kompol) Fahrul Sudiana.

 

PENIKAHAN Kapolsek Kembangan Kompol Fachrul Sudiana ternyata dihadiri oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Gatot Eddy Pramono. Hal itu disampaikan salah satu satu tamu undangan Miftahul Munir (30).

Munir pun cukup heran ketika pernikahan tersebut dipermasalahkan oleh masyarakat. Pasalnya, di dalam acara ia pun berjumpa dengan pejabat seperti Wakapolri Irjen Gatot Eddy Pramono.

"Itu pernikahan kan sudah seminggu lalu acaranya ketika belum ada pelarangan keramaian. Namun kenapa ramainya baru sekarang?," ujar Munir menceritakan pernikahan Kapolsek yang berlangsung di sebuah hotel mewah di Jakarta saat dihubungi Media Indonesia, Kamis (2/4).

Selain menceritakan tamu-tamu yang datang, Munir juga membeberkan ketatnya pengaturan pembatasan jarak fisik antar tamu undangan. "Pokoknya ini pernikahan higienis yang pernah saya kunjungi," tutur Munir.

Baca juga: Ditolak Warga, Gedung Diklat di Lembang Batal Jadi Tempat Isolasi

Pernikahan Kapolsek Kembangan ini menjadi kontroversial pasalnya digelar di tengah merebaknya pandemik covid-19. Bahkan Kapolri juga telah mengeluarkan maklumat yang melarang masyarakat untuk membuat kerumunan, termasuk acara pernikahan.

Untuk itulah berdasarkan perintah Kapolda Metro Jaya, per Kamis (2/4), Fahrul akan dicopot posisinya dari Kapolsek Kembangan dan dimutasikan ke Polda Metro Jaya sebagai analisis kebijakan akibat ulah ketidakteladanannya atas maklumat kapolri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan bahwa setiap orang memiliki alasan masing-masing tetap menggelar pesta nikah besar-besaran di kala korona merebak.

"Itu alasan masing-masing, orang mau kawin. Karena kan dia sudah undang sebelumnya," ujar Yusri.

Namun, Yusri menyayangkan sikap Fahrul yang tetap menggelar pesta, padahal sebelumnya Maklumat Kapolri sudah diteken.

"Itu dia kenapa tidak ditunda, tapi kan cuma beda satu hari saja, tanggal 19 Maret maklumat dikeluarkan, tanda tangan, nggak mungkin langsung dikirim. Tetapi konsekuensinya tetap," ucap Yusri.

Menurut Yusri, Fahrul telah melanggar disiplin dan juga melanggar Maklumat Kapolri yang sudah tegas untuk menjalankan aturan tersebut.

"Dalam hal ini Maklumat Kapolri tidak hanya berlaku untuk masyarakat saja, tapi berlaku juga untuk anggota Polri dan keluarganya," ujar Yusri kepada wartawan, Kamis (2/4).

"Jadi kalau ada yang tidak menaati maka siapapun itu harus siap dengan segala konsekuensinya," tambahnya. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Esok, Transjakarta Perpanjang Jam Oprasional

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 25 Januari 2021, 23:40 WIB
Sebelumnya, layanan Transjakarta hanya sampai pukul...
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Minta Anies Mundur, Politikus Gerindra Ditegur Partai

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 25 Januari 2021, 20:37 WIB
Menurut Gerindra, kritik yang disampaikan Ali merupakan pendapat pribadi dan bukan berasal dari partai. Wakil Ketua Umum Partai Gerindra...
Antara

Pemprov DKI Siapkan Lahan Baru untuk Jenazah Pasien Covid-19

👤Selamat Saragih 🕔Senin 25 Januari 2021, 20:04 WIB
"Ada 190 orang yang harus dimakamkan/hari. Makanya jaga kesehatan, menerapkan protokol kesehatan supaya jangan terjadi kematian tiap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya