Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI memastikan siswa SMP 147 Jakarta yang jatuh dari lantai empat gedung sekolah tersebut pada Januari lalu murni bunuh diri.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Hery Purnomo mengatakan proses penyelikan masih berlangsung tapi dapat dipastikan almarhum melakukan aksi bunuh diri. "Bunuh diri jadi bukan dibunuh," ungkapnya, saat dihubungi, Senin (9/3).
Meski pun telah dipastikan tidak ada unsur pembunuhan namun Hery belum dapat mengungkapkan penyebab tindakan tersebut. "Belum selesai lidiknya," ujarnya.
Sementara itu menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retyo Listyarti mengatakan pihaknya juga belum menerima hasil penyelidikan kasus anak bunh diri tersebut. Tapi dari hasil pendampingan yang dilakukan sebanyak 72 siswa yang menyaksikan kejadian tersebut harus assessment psikologi.
"Saat itu ada anak-anak yang melihat kejadian itu mereka langsung diberikan assessment dari psikolog,"ucapanya.
Dari 72 sista diketahui 24 siswa harus diberikan rehabilitasi dan satu orang siswa tergerak untuk bunuh diri. "Ini yang akhirnya kami ketahui. Alhamdulillah semua sudah diberikan pendampingan," imbuhnya.
Sementara itu menurut sumber alamrhum SN melakukan bunuh diri akibat mendapatkan perlakuan pola asuh yang salah dalam keluarganya. SN diduga kerap menerima kekerasan fisik dan kurangnya perhatian dari ayah kandungannya.
"Orang tuanya sudah bercerai dia tinggal bersama neneknya"
Di lingkungan sekolahnya SN memiliki beberapa sahabat dekat yang menjadi tempatnya berkeluh kesah. Bahkan saat akan melakukan bunuh diri, SN sempat berkomunikasi dengan sahabatnya tersebut dan mengatakan tentang waktu dan kematian.
"Dia masih komunikasi dengan sahabatnya itu. Dan mereka mencegah dan mau menjemputnya tapi dia jawab kematian hanya soal waktu," tandasnya.
Selama lebih dari dua bulan kejadian bunuh diri anak berusia belia tersebut belum menemukan titik terang penyebabnya. Penyidik Polres Metro Jakarta Timur sebelumnya memeriksa riwayat percakapan almarhum dengan beberapa teman dan saudara kandungnya. (OL-4)
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Kemendikdasmen memandang peristiwa siswa bunuh diri di NTT itu sebagai kejadian yang sangat serius, serta mengingatkan bahwa kesejahteraan psikososial anak merupakan isu yang kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved