Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menuturkan panitia khusus (pansus) banjir segera berjalan. Saat ini, pihaknya masih menunggu nama-nama yang dikirimkan dari fraksi untuk menjadi anggota pansus.
"Tinggal pelaksanaannya. Nanti bergulir mempertanyakan berapa kali banjir gitu. Sudah bisa mulai kerja," kata Prasetyo di Jakarta, Jumat (28/2).
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PAN Zita Anjani menyebut tidak ada batas waktu dalam membentuk struktur anggota pansus banjir. Ia meminta kepada fraksi-fraksi untuk segera mengirimkan nama perwakilan MEREKA.
"Secepatnya lebih baik. Masih proses bersurat ke fraksi-fraksi," kata Zita saat dikonfirmasi.
Baca juga: DPRD Jakarta Sebut Banjir Kali Ini Naik Kelas
"Urgensinya kan ini banjir tiga kali yang parah banget, Tahun Baru, pertengahan (Januari), sama ini yang parah banget. Ini sesuatu terulang," tambahnya.
Menurutnya, hasil akhir pansus berupa rekomendasi. Pansus bersifat hukum yang kuat sehingga Pemprov DKI harus menjalankan rekomendasi tersebut.
Pansus banjir dibentuk DPRD DKI Jakarta pada rapat Badan Musyawarah pada (24/2).
Diketahui, dalam surat keputusan pembentukan Pansus mengacu pada ketentuan pasal 65 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota. (OL-1)
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved