Headline
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.
Kumpulan Berita DPR RI
HERLINA, warga negara Belanda, telah tiga kali mengutus perwakilan untuk mencari orangtua kandungnya di kawasan Jelambar, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Ketua RT 03 RW 03 Kelurahan Jelambar Baru, Irwan Raspati mengatakan, perwakilan Herlina telah datang untuk memperbarui data pencarian orang tuanya.
"Ada waktu itu perwakilan Herlina datang pada 2015, 2016, kemudian 2019," ujar Irwan di Jakarta, Selasa (18/2).
Baca juga: Polisi Panggil Ahli dari BNN untuk Lengkapi Kasus Lucinta Luna
Irwan menyebutkan, pada 2019, ada seorang pria yang mengaku sebagai perwakilan Herlina dari Kedutaan Besar Belanda di Indonesia.
Pria bernama Polly Tehupuring itu ketika datang ke kawasan tempat orangtua kandung Herlina (seorang wanita berusia 40 tahun) menyertakan foto kecil Herlina serta data-data kelahiran.
Baca juga: Kata PKS, Anies Berhasil Bangun Jakarta
Alamat orangtuanya yang dibagikan Herlina di media sosial adalah di Jalan Amber RT 04/17 Jelambar, Jakarta Barat. Wilayah itu telah masuk dalam Kelurahan Jelambar Baru karena pemekaran wilayah.
Wilayah RW 17 telah menjadi kawasan RW 03 Jelambar Baru. Irwan mengatakan, alamat tersebut secara riil terletak di Jalan Jelambar Jaya II Gang Ambar.
Baca juga: Dekan FKUI Pastikan Zat Radioaktif Bisa Sebabkan Kanker
Dalam foto yang menjadi viral di media sosial, disebutkan nama orangtua kandung yang dicarinya, yakni Nurhayati dan Joric.
Irwan membenarkan ada warganya yang bernama Nurhayati, namun dia tidak memiliki suami bernama Joric. "Nurhayati pun sudah pindah. Takutnya itu bukan Nurhayati yang dimaksud Herlina," ujar dia.
Selain itu, kata Irwan, pihak yang mencari Herlina juga mengaku sudah pernah mengunjungi klinik bersalin tempat Herlina lahir. Namun klinik bersalin di Cideng itu kini sudah tidak buka lagi.
Sebelumnya viral di media sosial, seorang wanita warga negara Belanda mengaku bernama Herlina mencari orangtuanya yang merupakan warga negara Indonesia (WNI).
Herlina diadopsi oleh warga Belanda sejak kecil. Herlina mengaku lahir di Jakarta pada 9 Desember 1979 dengan nama Herlina. Wanita berambut hitam panjang itu mengaku lahir di Dumah Bersalin Pembina yang terletak di Cideng, Jakarta Pusat.
Saat kecil, ia mengaku tinggal di Jalan Ambar RT 004 RW017 Kelurahan Jelambar, Jakarta Barat. Ia mengaku anak kandung dari Nurhayati dan Joric. "Tolong bantu aku mencari orang tua kandungku," tulis Herlina.
#kawansosial, yuk bantu temen kita untuk mencari orangtua kandung nya. Bantu share dan retweet yaa. Happy monday..#jaki #cepatresponjkt@aniesbaswedan @BeritaJakarta @DKIJakarta @TMCPoldaMetro @RadioElshinta@CepatResponJKT pic.twitter.com/0q0MrUAOj4
— Dinsos DKI Jakarta (@DinsosDKI1) February 16, 2020
Kondisi emosional adalah faktor penentu utama kemampuan anak dalam menyerap pelajaran.
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Anak-anak harus dibekali dengan kemampuan untuk bersikap asertif. Hal ini bertujuan agar anak mampu menjaga batasan dirinya dalam relasi sosial.
Reaksi pertama orangtua saat mengetahui anak mereka dirundung akan sangat menentukan proses pemulihan mental sang anak.
Kesalahan nutrisi sering kali terjadi karena ketidaktahuan orangtua yang menganggap pola makan anak saat ini sebagai hal yang wajar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved