Sabtu 15 Februari 2020, 09:00 WIB

Perdagangan Orang Bermodus Kawin Kontrak Terungkap

(Wan/J-2) | Megapolitan
Perdagangan Orang Bermodus Kawin Kontrak Terungkap

ANTARA/Rivan Awal Lingga/ama.
Brigjen pol Ferdi Sambo menginterogasi tersangka saat ungkap kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat

 

Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri mengungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan tujuan eksploitasi seksual di wilayah Puncak, Bogor.

Menurut Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdy Sambo, prostitusi yang lebih dikenal dengan istilah booking out short time atau kawin kontrak sudah menjadi pembicaraan orang sejak beberapa tahun lalu, bahkan terkenal hingga ke luar negeri.

"Diawali dengan tayangan di Youtube yang mengatakan wisata seks halal di Puncak. Kemudian, hal ini menjadi isu internasional sehingga kami melakukan penyelidikan di Puncak dan terungkaplah," kata Ferdy dalam konferensi pers yang digelar di Lobi Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/2).

Namun, menurut Ferdy, wisata seks ini tidak sepenuhnya halal. Pasalnya, penyedia kawin kontrak, yakni tersangka NN dan OK yang sudah diringkus polisi, menyediakan pula penghulu dan saksi. Hanya saja, prosesnya sama sekali tak memenuhi syarat nikah.

"Mereka bukan penghulu dan saksi dari para pihak sebagaimana yang diatur hukum. Bahkan, saksi kawin kontrak bisa dari sopir yang mengantar mereka (tersangka OR) atau penyedia laki-laki hidung belang dari Arab (tersangka HS). Setidaknya, mereka telah menjadi saksi 12 kali," kata Ferdy.

Prostitusi itu menawarkan beberapa paket kawin kontrak. Untuk booking 1-3 jam, tarifnya Rp500 ribu hingga Rp600 ribu. Sementara itu, untuk satu malam sebesar Rp1 juta hingga Rp2 juta. Lalu, untuk kawin kontrak selama 3-7 hari harganya mencapai Rp5 juta hingga Rp10 juta.

Dari hasil penyelidikan polisi, prostitusi itu telah beroperasi sejak 2015 lalu. Tersangka NN dan OK pun telah menawarkan kurang lebih 20 orang perempuan dari sekitar Bogor. "Tentang pembagian pembayarannya, muncikari mendapat 40% dari harga yang sudah disepakati dan 60% milik perempuan tersebut," tukas Ferdy. (Wan/J-2)

Baca Juga

Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev

Operasi Pencarian Sriwijaya Air Disetop, 43 Korban Teridentifikasi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 21 Januari 2021, 18:00 WIB
Hari ini (21/1) merupakan operasi terakhir tim SAR gabungan dalam pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182. Pencarian pesawat dan korban...
ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Investasi Kampoeng Kurma, 70 Saksi Diperiksa Bareskrim

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 21 Januari 2021, 17:35 WIB
Rusdi menyebut pihaknya menemukan fakta hukum bahwa kampung kurma tidak memiliki izin operasional. Artinya, seluruh kegiatan investasi...
ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah

Wagub DKI Benarkan Sanksi Denda Progresif Pelanggar Prokes Dihapus

👤Selamat Saragih 🕔Kamis 21 Januari 2021, 17:31 WIB
Kebijakan itu diambil seiring dengan mulai berlakunya Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penanggulangan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya