Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Idham Azis meminta jajaran Korps Lalu Lintas (Korlantas) memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Pencopotan jabatan menjadi ancaman sanksi bagi anggota yang tidak menaatinya.
"Anda tahu beberapa Kapolres saya copot karena masalah pelayanan? Saya berharap di TR (telegram rahasia) berikutnya, tidak ada Dirlantas (Direktur lalu lintas) yang saya copot hanya karena masalah pelayanan," ujar Idham di depan ratusan Dirlantas seluruh Indonesia, di Pusdiklat Lalu Lintas, Serpong, Tanggerang, Selasa (11/2).
Baca juga: Diprotes Netizen, Dirlantas PMJ Tegur Admin @TMCPoldaMetro
Idham meminta jajaranya dapat bekerja sesuai prosedur. Tidak ada satu masyarakat yang kecewa atas buruknya pelayanan Korlantas di setiap daerah.
"Pelajaran besarnya, kalau ingin selalu ada kewenangan dalam dirimu, berilah pelayanan ke masyarakat tanpa menyakiti hati masyarakat," tuturnya.
Baca juga: Dirlantas Polda Metro Jaya Dimutasi
Dia menekankan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat menjadi tugas pokok kepolisian di jajaran lalu lintas. "Kamu bekerja yang lurus-lurus saja," pungkasnya. (X-15)
Penanganan kasus dipastikan berjalan paralel, baik dari sisi tindak pidana umum maupun pelanggaran kode etik profesi Polri.
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya untuk mengusut tuntas kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan anggota Brimob berinisial Bripda MS
Polri akan menangani secara transparan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob, Bripka MS, terhadap dua pelajar di Tual, Maluku
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan Polri akan menangani kasus Bripka MS yang diduga menganiaya dua pelajar di Maluku Tenggara hingga satu tewas secara transparan dan akuntabel.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau kembali proses hukum kerusuhan Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved