Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Yotje Mende mengapresiasi pengungkapan narkoba jenis sabu seberat 70 kg yang dilakukan oleh Bareskrim Polri. Barang haram tersebut diketahui diselundupkan dari Malaysia melalui Selat Malaka menuju Bengkalis, Riau.
Meski demikian, Yotje menyebut masih ada kegagalan yang dilakukan pihak kepolisian dalam melakukan patroli di perairan. Ia menegaskan, perlu ada keterpaduan antarinstansi untuk menjaga perairan Indonesia yang luas.
"Seharusnya dari pelabuhan ini terutama dari Polair (Direktorat Polisi Air Baharkam Polri-red), Bakamla, Kementrian Kelautan dan Perikanan, dan paguyuban nelayan dengan pemberdayaan Bhabinkamtibmas di Polri serta Babinsa di Koramil," katanya saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (21/1).
Baca juga : Dikirim dari Malaysia, Polisi Gagalkan Penyelundupan 70 Kg Sabu
Senada dengan Yotje, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Edi Hasibuan menyebut pentingnya kerja sama antarinstansi dalam memperkecil ruang gerak penyelundupan narkoba lewat laut.
"Selama ini dalam pantauan kami sering lolos lewat laut. Kenapa? Karena laut sangat luas sekali, belum lagi pelabuhan tikus banyak sekali," jelas Edi.
Menurut Edi, penyelundup narkoba menggunakan pelabuhan tikus karena tidak dihuni dan luput dari pantauan.
"Untuk itu kita harapkan pada Polri, BNN, Angkatan Laut kerja sama, bersinegri dalam pemeberantasan narkoba," tandas Edi. (Ol-7)
Mayoritas publik atau sekitar 67 persen percaya bahwa penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi mengurangi independensi kepolisian.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan penurunan IHSG dipicu oleh penilaian MSCI terkait isu transparansi pasar saham Indonesia.
Menegaskan kembali posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berada di bawah komando Presiden adalah keputusan yang tepat.
Kondisi tersebut menjelaskan mengapa kritik publik terhadap Polri kerap dirangkum dalam ungkapan 'tajam ke bawah, tumpul ke atas.'
ANALIS Politik dan Isu Intelijen, Boni Hargens mengapresiasi sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang menolak usulan penempatan Polri di bawah kementerian.
DUKUNGAN terhadap sikap Kapolri yang menolak usulan penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) di bawah kementerian mengalir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved