Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
STATUS tanggap darurat bencana di Bekasi, jawq Barat bakal dievaluasi malam ini. Penghentian atau keberlanjutan status tersebut bergantung pada hasil evaluasi itu.
“Malam ini akan dilakukan evaluasi, apakah diperpanjang lagi atau selesai (status tanggap darurat bencana). Karena dikabarkan cuaca ekstim akan kembali terjadi pada awal bulan Februari hingga Maret,” ungkap Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Selasa (14/1).
Rahmat mengatakan, rapat koordinasi akan dilakukan bersama dengan sejumlah instansi, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB); Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG; dan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSC). Selain itu juga melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.
Menurut Rahmat, status tanggap darurat belum bisa berakhir pada malam ini pulul 00.00 WIB. Sebab, cuaca ekstrem masih diprediksi akan terjadi.
“Misalkan tanggap darurat selesai, sementara masih diprediksi akan terjadi cuaca ekstrem, kan tidak elok tanggap darurat dua kali,” kata dia.
Baca juga : Imbas Banjir, Mal Taman Anggrek dan Cipinang Indah Masih Tutup
Sejauh ini, lanjut Rahmat, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi telah turjun ke sejumlah titik yang terdampak banjir.
Mereka membantu membersihkan endapan lumpur di beberapa titik misalnya di Villa Jatirasa, Kemang IFI, Pondok Gede Permai dan Kemang Pratama.
“Di wilayah perumahan itu masih terdapat lumpur sisa banjir. Sementara soal sampah, 90% sudah terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Kota Bekasi dan DKI Jakarta,” jelas dia.
Rahmat menjelaskan, jika status tanggap darurat bencana dinyatakan selesai, maka Pemerintah Kota Bekasi hanya akan merecovery pembersihan lumpur sisa banjir selama dua pekan ke depan.
Seperti diketahui, status tanggap darurat bencana atas musibah banjir yang terjadi di wilayah Kota Bekasi diperpanjang hingga hari ini, Selasa (14/1). Perpanjangan status berlaku selama tujuh hari, mulai Selasa (7/1) pekan lalu. (OL-7)
MENYUSUL potensi cuaca ekstrem dan banjir Bekasi yang berisiko mengganggu keamanan dan keselamatan warga sekolah, siswa ditetapkan untuk lakukan pembelajaran daring.
BENCANA hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 31 desa yang tersebar di 13 kecamatan dilaporkan terdampak banjir Bekasi dan tanah longsor.
Pihak kepolisian mengimbau generasi muda di wilayah Bekasi agar tidak mudah terprovokasi melalui media sosial yang sering kali menjadi pemicu bentrokan fisik.
Kondisi geografis yang berada dekat dengan kawasan pantai menyebabkan air laut pasang masuk ke wilayah pemukiman, termasuk lingkungan pesantren Fastabiqul Khoirots.
Hingga Jumat (23/1) dini hari pukul 02.00 WIB, kawasan Pengasinan, Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, dilaporkan masih terendam banjir.
5 kecamatan yang terkena dampak ialah Rawalumbu, Pondok Gede, Mustikajaya, Jatiasih, dan Bekasi Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved