Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH warga Pondok Gede Permai, Kelurahan Jatirasa, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, mengaku resah dengan hancurnya dokumen kependudukan dan berkas-berkas penting. Apalagi ijazah yang merupakan bekal mencari kerja juga ikut rusak terendam.
“Iya engga sempat nyelamatin dokumen-dokumen,” ungkap Desy Arisandi, 23, salah satu warga Pondok Gede Permai, Sabtu (4/1).
Desy mengatakan dokumen tersebut tidak dapat diselamatkan lantaran saat peristiwa terjadi, ia bersama dengan keluarga sedang berada di luar kota. Rumah yang Ia tinggalkan dalam keadaan kosong.
“Waktu banjir itu saya enggak dirumah, lagi di Bogor. Nah, dapat kabar kalau rumah banjir itu dari tetangga, malem-malem,” kata dia.
Baca juga: Disdukcapil Bekasi Data Warga yang Berkasnya Rusak karena Banjir
Ia mengaku sesaat setelah mengetahui kabar tersebut langsung pulang ke rumah, Rabu (1/1). Namun, Ia terlambat menyelamatkan dokumen saat banjir susulan datang.
“Kan air malem itu, Selasa (31/12) naik, pagi sudah lumayan surut. Tapi saya telat sampai rumah karena pada pukul 12.00 WIB itu air kembali meluap, saya sampai dekat rumah itu pukul 13.00 WIB,” jelas dia.
Untungnya, kata Desy, dokumen berharga miliknya itu masih tersimpan di dalam tas. Hanya saja, sudah dalam kondisi basah dan hampir robek.
“Enggak apa-apa sih, untungnya enggak hilang dan ini kan masih bisa dijemur,” katandia.
Lain halnya dengan Aziz Pane, 68, lansia dengan cucu delapan ini kalang kabut lantaran seluruh dokumennya hilang diterjang banjir. Ia mengaku hanya memegang selembar surat keterangan (Suket) pengganti KTP-E.
“Sudah rusak semua, saya hanya punya selembar suket ini doang,” tandas dia. (OL-2)
Simak prakiraan cuaca Jabodetabek malam ini, Rabu 28 Januari 2026. BMKG peringatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di Jakarta Selatan hingga Bogor.
BMKG memprediksi pagi hari di sebagian besar wilayah Jakarta akan diawali dengan kondisi berawan tebal.
MENYUSUL potensi cuaca ekstrem dan banjir Bekasi yang berisiko mengganggu keamanan dan keselamatan warga sekolah, siswa ditetapkan untuk lakukan pembelajaran daring.
BENCANA hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 31 desa yang tersebar di 13 kecamatan dilaporkan terdampak banjir Bekasi dan tanah longsor.
Pihak kepolisian mengimbau generasi muda di wilayah Bekasi agar tidak mudah terprovokasi melalui media sosial yang sering kali menjadi pemicu bentrokan fisik.
Kondisi geografis yang berada dekat dengan kawasan pantai menyebabkan air laut pasang masuk ke wilayah pemukiman, termasuk lingkungan pesantren Fastabiqul Khoirots.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved