Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKILKetua DPRD DKI Jakarta Zita Anjani menyebut hendaknya berbagai pihak berhenti membanding-bandingkan kebijakan penanganan banjir di era masa kini dan masa lalu.
Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan seluruh pihak harus berjibaku bersama-sama menyelesaikan berbagai penyebab bencana banjir.
Zita pun menyebut pengentasan banjir juga tidak bisa diselesaikan secara parsial. Justru dalam mengendalikan banjir, baik hulu dan hilir harus sama-sama dibenahi.
"Pak Anies bilang hulu harus dibenahi, lalu pemerintah pusat bilang hilir harus dinormalisasi. Menurut saya solusinya ya dua-duanya hulu dan hilir harus sama-sama dibenahi. Kalau hanya salah satu ya sama saja tidak ada dampaknya," ungkap Zita saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (3/1).
Baca juga: Mensos Desak Pemprov DKI Tetapkan Status Siaga Darurat
Selain itu, faktor penyebab banjir berbeda-beda serta dibarengi kondisi cuaca berbeda-beda tiap tahunnya. Pemerintah pusat dan Pemprov DKI pun diharapkan duduk bersama mengatasi permasalahan banjir di Jakarta.
"Harus sama-sama duduk membicarakan solusinya. Bukan malah masing-masing berpendapat. Ini harus dikerjakan bersama-sama. Pemerintah pusat tidak bisa sendiri, Pemprov pun tidak bisa sendiri," imbuh Zita.
Sementara itu, hingga kini, 12.491 warga DKI Jakarta masih mengungsi akibat banjir. Mereka tersebar di 84 titik pengungsian. (OL-2)
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved