Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA pelayanan di Pemerintan Kota Bekasi terganggu. Gangguan ini merupakan dampak dari pemadaman listrik akibat banjir yang melanda sejumlah kantor pemerintahan setempat.
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcasip) Kota Bekasi Muhammad Taufiq mengayakan sejumlah perangkat sistem pelayanan tidak berfungsi. Bahkan, Kamis (2/1) pagi ini, air masih membanjiri lingkungan kantor pemerintahan setinggi 1 meter.
“Di area parkir masih tinggi, satu meter. Di dalam kondisinya juga masih tergenang,” ungkap Taufiq pada Media Indonesia, Kamis (2/1).
Baca juga: Imbas Banjir, Tiga Pelayanan Pemkot Bekasi Dihentikan Sementara
Taufiq menjelaskan, selain gangguan layanan yang terjadi di Kantor Disdukcasip di Jalan Ir Juanda, Bekasi Timur, beberapa kantor Kacamatan setempat juga mengalami gangguan. Di antaranya, Kecamatan Jatiasih dan Kecamatan Bekasi Barat.
“Untuk pelayanan kami alihkan ke Mal Pelayanan Publik di Bekasi Trade Center (BTC). Untuk kantor kecamatan yang tidak terdampak banjir, pelayanan tetap. Namun pelayanan di MPP hanya akan melayanan penerimaan berkas secara offline hingga kondisi kondusif kembali,” jelas Taufiq.
Kepala Bagian Humas Kota Bekasi Sajekti Rubiyah mengatakan, selain layanan kependudukan, beberapa layanan dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) terkait produk perizinan, dan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terkait retribusi dan pajak daerah juga terkendala.
Tiga pelayanan dari OPD Kota Bekasi tersebut mengalami gangguan sementara disebabkan banjir dan sistem pelayanan terganggu.
"Mohon maaf karena kondisi kantor masih terendam banjir, tiga pelayanan mengalami gangguan menunggu kondisi kantor dan perangkat pelayanan berjalan kembali sampai kondisi kembali normal,” ucap Yekti. (OL-2)
MENYUSUL potensi cuaca ekstrem dan banjir Bekasi yang berisiko mengganggu keamanan dan keselamatan warga sekolah, siswa ditetapkan untuk lakukan pembelajaran daring.
BENCANA hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 31 desa yang tersebar di 13 kecamatan dilaporkan terdampak banjir Bekasi dan tanah longsor.
Pihak kepolisian mengimbau generasi muda di wilayah Bekasi agar tidak mudah terprovokasi melalui media sosial yang sering kali menjadi pemicu bentrokan fisik.
Kondisi geografis yang berada dekat dengan kawasan pantai menyebabkan air laut pasang masuk ke wilayah pemukiman, termasuk lingkungan pesantren Fastabiqul Khoirots.
Hingga Jumat (23/1) dini hari pukul 02.00 WIB, kawasan Pengasinan, Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, dilaporkan masih terendam banjir.
5 kecamatan yang terkena dampak ialah Rawalumbu, Pondok Gede, Mustikajaya, Jatiasih, dan Bekasi Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved