Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Direktur Utama (Wadirut) PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengaku mendapat peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika akan adanya kemungkinan hujan deras yang kembali mengguyur wilayah Jabodetabek besok, Kamis (2/1).
Menyikapi hal itu, pihaknya menyiapkan tim tambahan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur untuk memantau gardu-gardu di lokasi terdampak banjir.
"Dari BMKG cuaca hari ini bersahabat. Tapi kami medapat peringatan masih ada kemungkinan besok pagi akan terulang kembali hujan deras. Kami akan pantau terus, kami menyiapkan tim PLN untuk bersiaga hadapi gempuran hujan lebat mulai besok pagi. Harapan kami cuaca (besok) bersahabat," katanya dalam konferensi pers di Gedung PLN Gambir, Jakarta (2/1).
Saat ini, pihaknya telah mengerahkan tim dari beberapa lokasi di Jabodetabek yang tidak terdampak banjir untuk memantau sejumlah gardu. Sementara, dukungan tim tambahan dari Jateng dan Jatim akan tiba besok.
Dia juga menambahkan bahwa pihaknya terus melakukan komunikasi intens dengan BMKG. Hal itu guna mendapat informasi-informasi terbaru terkait cuaca di wilayah Jabodetabek serta mempersiapkan pelayanan yang maksimal bagi warga.
"Disampaikan BMKG curah hujan tertinggi di Jakarta itu tahun 2017. Namun, kali ini tercatat 377 ml dalam jangka waktu 24 jam dan menjadi curah hujan yang tertinggi," kata dia.(OL-4)
BMKG memprakirakan cuaca hujan dengan intensitas lebat disertai petir dan angin kencang di Batam pada siang hingga malam hari, Jumat (20/2).
BMKG beri peringatan dini potensi hujan lebat di Sumatra Utara pada Rabu (18/2). Cek wilayah terdampak mulai dari Medan hingga Simalungun di sini.
BMKG menyampaikan prakiraan cuaca di Jakarta akan ujan hari ini, Senin 16 Februari 2026 siang hingga sore hari.
BMKG menyatakan bahwa dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
Hasil analisis atmosfer terkini menunjukkan adanya penguatan Monsun Asia yang membawa aliran angin baratan cukup dominan di wilayah Indonesia.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved