Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
MANAJEMEN 1001 Entertaint Club menyatakan pihaknya sudah muak dengan peredaran narkoba.
Humas 1001 Entertaint Club, Donny Kesuma, mengatakan narkoba sangat merugikan bagi tempat usahanya.
Pasalnya, seluruh tempat hiburan yang dikelolanya, termasuk Diskotik Colosseum, sudah dicanangkan sebagai zona antinarkoba sejak bertahun-tahun yang lalu. Image itu rusak akibat ditemukannya tamu yang positif menggunakan narkoba.
“Secara bisnis, tamu pengguna narkoba itu merugikan, merusak nama baik kami. Selain itu, mereka biasanya tidak belanja makanan dan minuman. Mereka hanya menggunakan tempat. Padahal, kami sangat berharap keuntungan dari penjualan makanan dan minuman,” kata Donny di Jakarta, kemarin.
Menurut Donny, zona antinarkoba bukan hanya slogan. “Berbagai upaya telah kami lakukan, mulai menertibkan pegawai dan staf manajemen sampai menggeledah setiap tamu yang masuk. Namun, keterbatasan membuat masih ada saja pengunjung menumpang menikmati narkoba di tempat kami,” ujarnya.
Bahkan, lanjutnya, setiap pegawai rutin diperiksa dan akan ada sanksi tegas bila kedapatan terlibat narkoba.
Donny juga menyesalkan berbagai tuduhan dan stigma di masyarakat yang menyebut tempatnya sebagai kawasan peredaran narkoba. Apalagi, tuduhan itu seakan-akan berdasarkan surat dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta kepada Dinas Kebudayaan dan Parawisata (Disbudpar) DKI Jakarta pada 10 Oktober lalu.
Menurut kopi surat bernomor B/1038/V/KA/PB.06/2019/BNNP DKI yang diperoleh Media Indonesia, melaporkan bahwa BNNP DKI telah melakukan razia di tempatnya pada 8 September lalu. Pada surat itu disebut BNNP DKI memeriksa urine 106 pengunjung dan memberikan konseling kepada orang yang positif menggunakan narkoba.
Pada surat itu, BNNP DKI juga mengimbau manajemen 1001 Entertaint Club memeriksa tamu yang datang secara teliti. Tidak ada yang menyebutkan ditemukan narkoba serta direkomendasikan Diskotik Colosseum agar ditutup.
Razia
Sabtu (28/12) malam, polisi kembali merazia 1001 Club. Polisi pun menyatakan tidak menemukan narkoba di sana. “Barang bukti narkoba tidak ada,” ujar Kasubdit IV Direktorat Narkoba Bareskrim Polri Kombes Gusde Wardana.
Namun, enam pengunjung yang diduga mengonsumsi narkoba digelandang ke Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan. “Masih kita identifikasi dulu baru yang positif dari tes urine. Kita asesmen untuk rehabilitasi,” lanjutnya.
Di tempat hiburan Diskotik dan Karaoke Monggo Mas, Jalan Daan Mogot, Kecamatan Grogol, Petamburan, Jakarta Barat, yang juga dirazia, polisi menemukan seorang pria yang tengah bersembunyi dan membawa tas pinggang cokelat.
Saat digeledah, terdapat puluhan paket sabu, korek api, sejumlah uang, dan alat hisap bong. Pria itu dengan tersedu-tersedu mengaku petugas keamanan di karoke.
Ia menyebut mendapatkan barang haram dari salah satu lembaga pemasyarakatan (LP). “Di tempat hiburan berinisial M (Monggo Mas) ditemukan satu orang membawa sabu,” ujar Gusde. (Medcom/Fer/J-2)
Seluruh pihak yang diamankan kini tengah menjalani pemeriksaan intensif.
FBI menangkap Ryan Wedding, eks atlet Olimpiade Kanada yang jadi gembong narkoba. Diduga pimpin kartel lintas negara dengan omzet Rp15 triliun per tahun.
Tersangka diketahui mengelola aktivitas home industry pembuatan tembakau sintetis di lokasi tersebut.
BNN juga mengingatkan target utama peredaran narkoba adalah generasi muda usia produktif (16-35 tahun).
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved