Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI premanisme yang meresahkan banyak terjadi di masyarakat. Pelaku menakuti korbannya, mengancam, hingga mengintimidasi menggunakan kekerasan.
Belum lama ini, Polres Metro Jakarta Barat menangkap belasan preman yang berkedok sebagai penagih hutang yang mengancam korbannya dengan senjata api dan senjata tajam.
Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan, jika masyarakat mengalami aksi intimidasi oleh preman, khususnya di wilayah Jakarta Barat, jangan takut melapor ke Polisi.
"Jakarta Barat bebas premanisme. Akan kita sikat habis!" tegas Hengki, Jumat (29/11).
Baca juga: Warga Tiongkok Kerahkan 11 Orang Peras Warga Jelambar
Sementara Kanit Jatanras Polres Metro Jakarta Barat Iptu Dimitri Mahendra menambahkan, masyarakat diimbau tidak segan melaporkan setiap tindakan premanisme yang dialami.
Dia menduga masih banyak aksi premanisme yang terjadi di wilayah Jakarta Barat. Semuanya akan ditindaklanjuti dengan tegas oleh Polisi.
"Karena diduga masih banyak aksi premanisme yang masih berkeliaran di luar sana yang menakuti bahkan mengintimidasi para korban. Dan kami Polres Metro Jakarta Barat akan menindaklanjuti dengan tegas aksi premanisme di wilayah Jakarta Barat," pungkas Iptu Dimitri. (OL-2)
ANGGOTA Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Abdullah menyoroti penembakan remaja oleh oknum polisi di Makassar, Sulawesi Selatan. Perlu evaluasi SOP senjata api
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved