Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
TAK ingin hanya mengandalkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPSY) Bantargebang sebagai solusi mengatasi sampah, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun berupaya untuk menciptakan strategi pengelolaan sampah mandiri.
Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Saefullah menyebutkan, pihaknya menyiapkan 3 strategi untuk mengolah timbunan sampah milik ibu kota.
"Ada tiga strategi yang kita fokuskan. Strategi itu juga masuk dalam Kegiatan Strategis Daerah (KSD)," ucapnya di Jakarta, Sabtu (9/11).
Ketiga strategi itu ialah pengurangan sampah di sumber, Optimaliasasi TPST Bantargebang, dan Pembangunan Intermediate Treatment Facility (ITF).
Saefullah menuturkan, strategi pengurangan sampah di sumber dilakukan Pemprov DKI Jakarta dengan menggencarkan gerakan Sampah Tanggung Jawab Bersama (Samtama).
Baca juga : Sampah Menggunung, TPA Cipayung kian Kritis
Inisiasi Samtama itu melalui RW percontohan, pengembangan bank sampah, pengembangan TPS 3R (Recycle Center), serta kampanye dan menyusun regulasi pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.
Gerakan tersebut sementara ini difokuskan di 22 RW sebagai contoh bagi 2.927 RW lainnya di Ibukota.
"Gerakan Samtama ini baru ada di 22 RW yang menjadi contoh. Tapi lambat laun pasti bertambah. Masyarakat akan makin sadar untuk mengurangi sampah," jelas Saefullah.
Untuk pembangunan ITF, DPRD DKI sudah menyepakati usulan anggaran pengkajian pembangunan pusat pengolahan sampah intermediate treatment facility (ITF) sebesar Rp6 miliar.
Rencana pembangunan yang diajukan Dinas Lingkungan Hidup DKI itu berada di tiga lokasi, yaitu di wilayah Cilincing, Jakarta Utara; Rawa Buaya, Jakarta Barat; dan wilayah Jakarta Selatan. (OL-7)
PENGELOLAAN sampah di DKI Jakarta kembali menjadi perhatian publik.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Diaz Hendropriyono, menilai kinerja pengelolaan sampah nasional masih perlu ditingkatkan.
WAKIL Bupati Toba Audi Murphy O. Sitorus menyatakan kurve dan pembuatan bank sampah di setiap organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi salah satu strategi penanganan sampah.
Kunjungan ini menjadi upaya memperkuat gerakan pilah sampah dari rumah sekaligus mendorong replikasi pengelolaan berbasis komunitas di tingkat RW.
SEBAGAI bagian dari perayaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 yang jatuh setiap tanggal 21 Februari, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus melakukan berbagai inisiatif.
Pemkot Bandung akan mengkaji dan mengembangkan teknologi yang lebih ramah lingkungan seperti RDF, budidaya maggot, pengolahan organik, serta pengurangan sampah dari sumber.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved