Sabtu 06 Juli 2019, 06:30 WIB

Sampah Menggunung, TPA Cipayung kian Kritis

KG/J-2 | Megapolitan
Sampah Menggunung, TPA Cipayung kian Kritis

ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Pekerja membongkar muat sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Cipayung, Depok, Jawa Barat.

 

Masalah sampah di banyak kota di Indonesia sepertinya belum menemukan solusi yang tepat. Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok ialah satu dari sekian banyak kota yang mengalaminya. Kondisi TPA terbilang kritis.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Muhamad Ridwan menjelaskan kondisi terkini tiga kolam TPA Cipayung semakin kritis. Ketinggian sampahnya yang menggunung sudah mencapai lebih dari 30 meter. “Tiga kolam sampah sudah penuh sampah. Untuk menampung sampah Kota Depok yang rata-rata 1.000 per hari, kami terpaksa memaksimalkan lereng-lereng perbukitan tiga kolam sampah TPA Cipa-yung,” ujar Muhammad di kantor DLHK, Jumat (5/7).

Karena kondisi yang semakin kritis, Sekretaris DLHK mencoba mencari jalan keluar.
“Sudah ada kesepakatan, sampah Kota Depok dibuang setiap hari ke TPPAS Regional Lulut Nambo,” sambungnya.

Kepala bidang kebersihan DLHK Kota Depok Iyai Gumilar pesimistis TPPAS Lulut Nambo bisa difungsikan tahun depan. “Wacana pemindahan sampah Kota Depok ke TPPAS memang ada. Namun, dalam waktu dekat ini belum bisa karena pembangunan fisik TPPAS belum rampung 100%. Kalau begini kondisinya, kami pesimistis TPPAS bisa dijadikan tempat pembuangan sampah dari Kota Depok karena belum juga selesai,“ kata Iyai.

Ia mengaku pihaknya sudah turne ke TPPAS untuk memastikan kesiapan TPPAS. “DLHK Kota Depok telah menerjunkan tim untuk mengunjungi serta melihat kesiapan TPPAS Nambo,” lanjutnya. Namun, hasil tim mencatat TPPAS Nambo belum layak digunakan karena bak penampungan sampah belum selesai dikerjakan.

“Belum selesai, tapi timbang­an untuk mobil pengangkut sampah sudah jadi,” papar Iyai. (KG/J-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menggunakan sistem zonasi menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setujukah Anda dengan kebijakan zonasi tersebut?





Berita Populer

Read More