Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PETUGAS Polsek Batuceper, melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap seorang laki-laki yang masuk ke area Polsek tersebut untuk menyerang petugas yang sedang berjag-jaga dengan menggunakan senjata tajam atau golok.
"Sampai saat ini laki-laki itu masih dalam pemeriksaan intensif petugas," kata Kasubag Humas Polres Metro Tangerang, Kompol Abdul Rochim, Senin (28/10).
Namun begitu, Kata Abdul Rochim, pihaknya tidak mau menduga-duga yang bersangkutan berasal dari salah satu kelompok yang ingin menciptakan suasana tidak kondusif di wilayah Polres Metro Tangerang.
Untuk memastikan siapa yang berangkutan, petugas melakukan pemanggilan terhadap keluarga laki-laki yang belakangan diketahui bernama, Jamaludin, 22, warga Kampung Babakan Bandung RT 015/004, Desa Babakan Keusik, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, Banten.
"Yang jelas sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan secara mendalam. Sabar nanti pasti kita informasikan," kata dia.
Baca juga: Densus 88 Ringkus 2 Terduga Teroris di Depok
Lebih jauh Abdul Rochim menjelaskan, laki-laki itu ditangkap karena ia masuk ke area Polsek Batu Ceper, Kota Tangerang. Ia juga berusaha menyerang petugas dengan cara mengeluarkan senjata tajam yang diselipkan di pinggang.
Untung saja, kata dia, petugas yang ada di Polsek sigap, sehingga laki-laki itu dapat diringkus.
Begitu diamankan, kata Abdul Rochim, laki-laki itu berlagak seperti orang gila.
"Ngomongnya ngaco dan tidak jelas. Tapi ia tetap kami tahan untuk diperiksa," kata dia. (A-4)
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Proses hukum terhadap tersangka, yang merupakan oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS, harus dilakukan secara terbuka tanpa ada upaya menutupi fakta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved