Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
POLRES Metro Kota Bekasi meningkatkan pengamanan wilayah perbatasan dengan DKI Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mencegah dan membatasi ruang gerak anggota teroris Jamaah Amarullah Dauah (JAD).
Kasubbag Humas Polres Metro Kota Bekasi, Kompol Erna Ruswing menyampaikan, pengamanan ini dilakukan lantaran sebelumnya disebut pelaku penusukan atas Menko Polhukam, Wiranto merupakan anggota teroris JAD. Jaringan mereka disebut berada di Bekasi.
“Kami sudah tingkatkan pengamanan di sejumlah titik keramaian dan pintu perbatasan menuju ibu kota,” ungkap Erna, Jumat (11/10).
Erna menjelaskan, petugas pun sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah tokoh di Bekasi untuk mencegah pertumbuhan teroris di tiap wilayah. Meski begitu, Erna mengaku, pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto tidak pernah tinggal di Kota Bekasi. Kemungkinan sifatnya hanya singgah.
“Mungkin pelaku punya jaringan pelaku yang ditangkap di Tambun. Kami pun sudah temui para tokoh untuk lebih meningkatkan Kordinasi kepada orang-orang yang mencurigakan,” jelasnya.
Baca juga: Wiranto masih Dirawat di ICU RSPAD
Aparat detasemen khusus (Densus) anti teror 88 menangkap enam terduga teroris di wilayah Tambun, Kabupaten Bekasi, Senin (23/9) lalu. Polisi menduga beberapa teroris tersebut terlibat jaringan JAD.
Sedikitnya delapan terduga teroris ditangkap aparat densus anti teror di beberapa lokasi. Dua di antaranya di wilayah Kecamatan Tambun Selatan dan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi; serta di wilayah Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi; dan Cilincing.
Adapun, beberapa lokasi penangkapan di antaranya ada di Perumahan Alamanda, Tambun Utara; Jalan Desa Tridaya Sakti, Tambun Selatan dan di sebuah kontrakan di Aren Jaya, Bekasi Timur. (A-4)
MENYUSUL potensi cuaca ekstrem dan banjir Bekasi yang berisiko mengganggu keamanan dan keselamatan warga sekolah, siswa ditetapkan untuk lakukan pembelajaran daring.
BENCANA hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 31 desa yang tersebar di 13 kecamatan dilaporkan terdampak banjir Bekasi dan tanah longsor.
Pihak kepolisian mengimbau generasi muda di wilayah Bekasi agar tidak mudah terprovokasi melalui media sosial yang sering kali menjadi pemicu bentrokan fisik.
Kondisi geografis yang berada dekat dengan kawasan pantai menyebabkan air laut pasang masuk ke wilayah pemukiman, termasuk lingkungan pesantren Fastabiqul Khoirots.
Hingga Jumat (23/1) dini hari pukul 02.00 WIB, kawasan Pengasinan, Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, dilaporkan masih terendam banjir.
5 kecamatan yang terkena dampak ialah Rawalumbu, Pondok Gede, Mustikajaya, Jatiasih, dan Bekasi Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved