Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI unjuk rasa yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat di depan Gedung DPR/MPR RI, Senin (30/9), berakhir ricuh. Hal itu bermula saat aparat kepolisian memukul mundur massa aksi sambil menembaki gas air mata hingga ke kampus Universitas Katolik Atma Jaya di kawasan Semanggi.
Padahal, kampus Atma Jaya dijadikan posko bagi korban dan tim medis saat aksi unjuk rasa.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan penembakan gas air mata ke kampus Atma Jaya merupakan refleks dari aparat kepolisian.
Baca juga: Pascademo, DLH Bersihkan 20 Ton Sampah
"Mungkin polisi refkleks karena melihat massa berlarian ke sana," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (1/10).
Menurut Argo, tidak ada maksud dari polisi yang bertugas untuk menembakan gas air mata ke arah posko medis di Unika Atma Jaya.
"Polisi tidak bermaksud menembak gas air mata ke arah posko farmasi Atma Jaya," kata Argo. (OL-2)
Perang tersebut terlalu menguras anggaran negara. Padahal, menurut dia, situasi internal di Amerika Serikat tidak baik-baik saja dan membutuhkan sokongan.
Delpedro Marhaen bentangkan bendera Iran di PN Jakpus, tuntut Presiden Prabowo mundur dari Board of Peace (BoP) dalam sidang putusan kasus penghasutan.
Gelombang protes pecah di penjuru Amerika Serikat usai tewasnya Ali Khamenei. Demonstran sebut kebijakan Trump sebagai bentuk tirani dan menyeret AS ke perang tanpa akhir.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (Dema PTKIN) Se-Indonesia mengapresiasi pola pengamanan kepolisian dalam aksi unjuk rasa mahasiswa.
Mahasiswa diimbau untuk tetap menyampaikan aspirasi secara damai dan konstitusional, khususnya di bulan suci Ramadan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut pidana penjara 10 bulan terhadap 21 terdakwa kasus kerusuhan demonstrasi yang terjadi pada Agustus 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved