Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
BAU tidak sedap yang timbul akibat tumpukan sampah di sepanjang aliran Kali Jambe, Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi mengganggu warga sekitar. Bahkan, sebagian warga mengaku tidak lagi nafsu makan akibat mencium bau tersebut tiap hari.
Uthie, 48, mengaku tidak nafsu makan sejak aroma busuk tumpukan sampah seliweran selama tiga bulan terakhir di sekitar rumahnya. Aroma tersebut tercium bahkan ketika semua cela di rumahnya sudah ditutup.
“Mau pintu dan jendela ditutup masih kecium itu bau busuk,” ungkap Uthie, warga yang tinggal sekitar 100 meter dari Kali Jambe, Kamis (5/9).
Uthie mengaku terpaksa selalu menutup rapat pintu rumah agar bau busuk tersebut tidak masuk ke dalam rumah. Bahkan, kipas angin di rumahnya selalu dinyalahkan sebagai alat pengusir bau.
“Kalau engga kita nyalain itu kipas, rumah jadi pengap dan baunya juga betah aja di situ. Nguplek engga hilang,” kata dia.
Baca juga: Pemkab Bekasi Lambat Urus Kali Jambe
Wasti, 44, warga lainnya mengaku tidak bisa beristirahat dengan tenang seperti biasa di rumah semipermanen yang ia bangun di bantaran Kali Jambe, Desa Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Bahkan Ia tidak bisa tidur saat malah hari.
“Ini belum apa-apa, lebih baunya lagi kalau jelang malam hari karena ada angin dari barat. Langsung dah bau serumah-rumah. Jadinya ya kagak bisa tidur. Umpamanya kecuali sudah ngantuk berat baru bisa tidur. Mau gimana lagi, namanya bau kan enggak bisa dihindarin. Ya, dirasain aja udah,” kata dia.
Tumpukan sampah di Kali Jambe membentang sejauh kurang lebih 500 meter. Berbagai kantong dan kemasan plastik aneka warna serta ukuran menghiasi permukaan kali yang airnya menghitam itu.
Ada plastik karung beras, kantong plastik biasa, hingga kantong sampah berukuran besar warna hitam.
Selain itu, masih ada berbagai benda tidak lazim di Kali Jambe, seperti ransel, sandal, karpet, dan berbagai jenis gabus. Semuanya mengendap di permukaan kali tanpa bisa terdorong arus air.
Selain menimbulkan bau tidak sedap, keadaan ini jadi pemicu bersarangnya nyamuk dan lalat.
“Paling yang bikin enggak tahan mah nyamuk. Bukan main, banyak banget. Ngumpetnya kan di sini kalau siang. Malam, dia pada keluar," kata Wasti.
Diberitakan sebelumnya, tumpukan sampah yang menutupi Kali Jambe, Mangunjaya, Katangsatria, Kabupaten Bekasi sepanjang 500 meter viral di media sosial sejak Kamis (4/9).
Rupanya, pemerintah setempat sudah mengetahui hal tersebut sejak dua pekan lalu namun belum juga bisa bertindak.
Sebelumnya, Kali Pisang Batu pun sempat menjadi sorotan dunia lantaran tertutup sampah plastik pada Desember 2018.
Pada akhir Juli lalu, sampah plastik juga menutupi Kali Bahagia di Babelankota. (OL-2)
MENYUSUL potensi cuaca ekstrem dan banjir Bekasi yang berisiko mengganggu keamanan dan keselamatan warga sekolah, siswa ditetapkan untuk lakukan pembelajaran daring.
BENCANA hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 31 desa yang tersebar di 13 kecamatan dilaporkan terdampak banjir Bekasi dan tanah longsor.
Pihak kepolisian mengimbau generasi muda di wilayah Bekasi agar tidak mudah terprovokasi melalui media sosial yang sering kali menjadi pemicu bentrokan fisik.
Kondisi geografis yang berada dekat dengan kawasan pantai menyebabkan air laut pasang masuk ke wilayah pemukiman, termasuk lingkungan pesantren Fastabiqul Khoirots.
Hingga Jumat (23/1) dini hari pukul 02.00 WIB, kawasan Pengasinan, Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, dilaporkan masih terendam banjir.
5 kecamatan yang terkena dampak ialah Rawalumbu, Pondok Gede, Mustikajaya, Jatiasih, dan Bekasi Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved