Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TUMPUKAN sampah yang menutupi Kali Jambe, perbatasan Desa Mangunjaya dan Desa Katangsatria, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi sepanjang 500 meter viral di media sosial sejak Kamis (4/9). Rupanya, pemerintah setempat sudah mengetahui hal tersebut namun belum juga bertindak.
Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi Dodi Agus Supriyanto mengatakan pihaknya sudah mengetahui kondisi Kali Jambe, sejak dua pekan lalu. Namun, kenyataannya, kali tersebut masih tertutup sampah hingga 500 meter dengan ketebalan sekitar 20 sentimeter.
“Sudah saya berikan tembusan ke Camat, tapi suratnya dikasih ke PUPR,” ungkap Dodi, Kamis (5/9).
Dodi mengatakan, pihaknya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, hal tersebut dianggap wewenang kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bekasi melalui program normalisasi kali.
Baca juga: Pemkot Bekasi Tambah Mal Pelayanan Publik
“Itu sedang dikoordinasikan, karena masalah kali kan ada di PUPR, kayak Kali Busa. Kali Busa kan PUPR ada kegiatannya, namanya normalisasi. Sedang dilihat, apakah ada kegiatan normalisasi atau tidak. Kalau tidak, tinggal kapan PUPR siapkan alat berat, saya mobil (sampah). Kan enggak mungkin pakai orang,” jelas Dodi.
Dodi mengaku jumlah kendaraan dan petugas kebersihan terbatas. Sehingga, pihaknya enggan berinisiatif mengangkut sampah di kali itu.
“Kami lebih pilih optimalkan layanan kebersihan yang ada dulu. Ketimbang sekarang saya kerjakan, lalu PUPR juga, nanti duplikasi. Saya sama pasukan menggangu pelayanan pembuangan sampah, karena yang pada kerja di jalan saya tarik ke Kali Jambe. Nanti yang kerja utamanya pada acak-acakan dong,” ujar Dodi.
Saat ini, tumpukan sampah di Kali Jambe di perbatasan Desa Mangunjaya dan Desa Karangsatria, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi menambah panjang daftar pencemaran kali akibat sampah di Kabupaten Bekasi.
Sebelumnya, Kami Pisang Batu pun sempat menjadi sorotan dunia lantaran tertutup sampah plastik pada Desember 2018. Pada akhir Juli lalu sampah plastik juga menutupi Kali Bahagia di Babelankota. (OL-2)
MENYUSUL potensi cuaca ekstrem dan banjir Bekasi yang berisiko mengganggu keamanan dan keselamatan warga sekolah, siswa ditetapkan untuk lakukan pembelajaran daring.
BENCANA hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Sebanyak 31 desa yang tersebar di 13 kecamatan dilaporkan terdampak banjir Bekasi dan tanah longsor.
Pihak kepolisian mengimbau generasi muda di wilayah Bekasi agar tidak mudah terprovokasi melalui media sosial yang sering kali menjadi pemicu bentrokan fisik.
Kondisi geografis yang berada dekat dengan kawasan pantai menyebabkan air laut pasang masuk ke wilayah pemukiman, termasuk lingkungan pesantren Fastabiqul Khoirots.
Hingga Jumat (23/1) dini hari pukul 02.00 WIB, kawasan Pengasinan, Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, dilaporkan masih terendam banjir.
5 kecamatan yang terkena dampak ialah Rawalumbu, Pondok Gede, Mustikajaya, Jatiasih, dan Bekasi Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved