Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden Jusuf Kalla disebut mendukung langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meremajakan angkutan umum.
Hal itu disampaikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai bertemu Wapres di Istana Wapres, siang ini.
"Tadi yang dibahas termasuk soal peremajaan soal Jak Lingko. Jadi pertemuan dengan wapres adalah menyampaikan laporan soal itu," kata Anies di Balai Kota DKI.
Menurutnya, JK, sapaan akrab Jusuf Kalla bahkan akan menindaklanjuti program itu dengan menggelar pertemuan dengan beberapa kementerian terkait.
"Positif sekali dan beliau nanti akan dalam waktu dekat mengundang pertemuan follow up dengan para menteri untuk bisa mendukung lebih jauh," ujarnya.
Baca juga: Perbaikan Angkutan Umum Jadi Target Kerja Dishub DKI
Menurutnya peremajaan dan penambahan armada angkutan umum yang terintegrasi dalam program Jak Lingko harus dilakukan karena dinamika penduduk yang menggunakan angkutan umum terus bertambah tiap tahunnya.
Pada 2018 sebanyak 180 juta penumpang menggunakan angkutan umum di Jabodetabek. Sementara pada 2019 diprediksi angka ini bertambah sampai 280 juta hingga 300 juta penumpang.
Peremajaan angkutan umum juga merupakan bagian dari implementasi Instruksi Gubernur No 66/2019 tentabg Pengendalian Kualitas Udara Jakarta.
Dalam Ingub tersebut, Pemprov DKI menargetkan pada 2020 tidak ada lagi angkutan umum berusia lebih dari 10 tahun beroperasi di Jakarta. Hal itu untuk menjamin kualitas emisi yang dibuang tidak mencemari udara.
"Jumlah penumpang angkutan kita alhamdulillah meningkat secara drastis. Diproyeksikan 2019 ini bisa 280 juta sampai 300 juta penumpang," terangnya.(OL-4)
ANGGOTA Komisi C DPRD DKI Jakarta, Josephine Simanjuntak, menyoroti kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta dalam Rapat Komisi yang berlangsung pada Selasa (20/1).
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BMKG, TNI AU, dan BPBD DKI Jakarta gelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) 16-22 Januari 2026 untuk cegah bencana hidrometeorologi di Jabodetabek.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Bapenda telah menelusuri faktor penyebab anjloknya penerimaan BPHTB.
BMKG mengimbau kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat dan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah hingga akhir Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved