Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih, menyebut banyaknya proyek konstruksi maupun infrastruktur yang sedang dilakukan di Jakarta turut memperburuk polusi udara di ibu kota. Hal itu turut memengaruhi penilaian kualitas uadara di beberapa situs internasional seperti Air Visual.
Pagi ini, dalam situs www.airvisual.com udara Jakarta mendapat penilaian 170 dengan indikator PM 2,5 dan PM 10. Status Jakarta pun dinilai 'unhealthy' atau tidak sehat dengan nilai 170. Nilainya sementara ini pukul 12.40 turun ke angka 158 namun tetap berstatus 'unhealthy'.
Baca juga: Pemkot Bekasi Bongkar Bangunan untuk Kembalikan Fungsi Lahan
"Prinsipnya tergantung ada tidaknya aktivitas lokal yang berpengaruh kepada hasil pengukuran. Kita deteksi, kalau ada aktifitas lokal yang tidak seperti biasanya, misal ada proyek atau konstruksi di sekitar titik pengukuran akan menghasilkan pengukuran yang lebih buruk," ungkapnya saat dihubungi Kamis (25/7).
Faktor konstruksi bangunan ini sudah dibuktikan sendiri oleh DLH. Berdasarkan laporan dari laboratorium DLH yang memeriksa stasiun pemantauan udara di kawasan Gambir, Jakarta Pusat terdapat penurunan kualitas udara yang diduga sebagai dampak dari proyek konstruksi yang sedang dilakukan di Kedutaan Besar Amerika Serikat yang terletak tidak jauh dari stasiun pemantauan tersebut.
"Saya kemarin dapat laporan dari teman-teman laboratorium LH, di seputaran Thamrin itu lagi pembenahan trotoar. Saya ada fotonya. Kebetulan titik kami pun termonitor," kata Andono.
Faktor kedua adalah cuaca. Saat ini, Jakarta sedang mengalami musim panas. Andono menjelaskan dalam musim panas asap polutan dari kendaraan bermotor maupun kegiatan konstruksi tidak dapat segera hilang dan malah terperangkap di atmosfer. Hal itulah yang membuat polusi terasa kian buruk.
"Kalau musim hujan udara lebih bersih karena polutan di udara tersapu air hujan dan jatuh ke daratan langsung terserap tanah," pungkasnya. (OL-6)
Penelitian terbaru mengungkap bagaimana retakan es Arktik dan polusi ladang minyak memicu reaksi kimia berbahaya yang mempercepat pencairan es kutub.
Studi itu menemukan hubungan antara paparan partikel super kecil polutan udara (PM2,5) dan nitrogen dioksida dengan peningkatan risiko tumor otak.
Polusi udara luar ruangan dapat meningkatkan risiko diabetes, bahkan pada tingkat polusi yang selama ini dianggap aman oleh EPA dan WHO.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
Penelitian terbaru menemukan awan di Samudra Atlantik dan Pasifik kini makin redup akibat udara yang lebih bersih.
Polusi udara dan asap rokok merupakan dua faktor lingkungan yang kerap diabaikan, padahal keduanya memiliki dampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved