Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 329 hektare lahan di Kota Bekasi tercatat masuk dalam peta kawasan kumuh. Recanannya, baru 111,17 hektare di antaranya akan ditata tahun ini.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Jumhana Luthfi, mengatakan, penataan kawasan kumuh di wilayah setempat akan dilakukan secara bertahap. Pada 2019, rencanannya 14 kelurahan menjadi target penataan.
"Tahun ini anggaran yang disiapkan sekitar 14 miliar untuk penataan, namun dari keseluruhan lahan kawasan kumuh baru bisa ditata sekitar 111,17 hektare," kata Luthfi, Minggu (21/7).
Luthfi menyebutkan, 14 kelurahan yang jadi target penataan adalah Kaliabang Tengah, Teluk Pucung, Bekasi Jaya, Aren Jaya, Kayuringin, Pekayon Jaya, Bekasi Barat, Kranji, Jakasampurna, Pondokgede, Jatibening, Jatibening Baru, Rawalumbu, Bojongmenteng, Sepanjang Jaya, Pondokmelati, Jatimelati, dan Jatirahayu. Pemerintah mengalokasikan dana sekitar Rp1 miliar untuk masing-masing kelurahan.
Dengan adanya program ini, kata Luthfi, maka luasan daerah kumuh di Kota Bekasi menjadi turun. Awal 2019, tercatat ada 329 hektare lagi daerah kumuh di wilayah setempat, namun dengan adanya program ini maka daerah kumuh menjadi 211,83 hektare.
"Penataan daerah kumuh memang tidak bisa dilakukan secara serentak, namun bertahap karena menyesuaikan anggaran yang ada," ucapnya.
Baca juga: Satu Korban Tewas Kecelakaan Truk Pertamina belum Bisa Dikenali
Menurut dia, penataan kawasan kumuh ini sesuai dengan UU Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dalam aturan itu tertulis bahwa pemerintah akan menata kawasan pemukiman, hingga pemeliharaan dan perbaikan, serta pencegahan dan peningkatan kualitas terhadap perumahan kumuh, penyediaan tanah, pendanaan dan sistem pembiayaan, serta peran masyarakat.
Adapun, enam indikator dalam Program Karya Bhakti penataan kawasan kumuh saat ini di antaranya adalah penataan jalan lingkungan, penataan drainase lingkungan, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni, pembuatan sumur resapan, pembuatan sanitasi kamar mandi dan septik tank dan pembuatan tempat pembuangan sampah.
"Penataan akan kami lakukan secara bertahap," kata dia.
Terpisah, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, mengatakan, pemukiman kumuh masih menjadi masalah di Kota Bekasi. Pemerintah perlu berkolaborasi dengan beberapa pihak antara pemerintah mulai dari tingkat pusat sampai dengan tingkat kelurahan, pihak swasta dan lainnya untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Ini merupakan wujud sinergi dalam percepatan penanganan kawasan kumuh oleh pemerintah kota, caranya dengan berkoordinasi dengan TNI, termasuk kegiatan kemasyarakatan kemanusiaan dalam menangani permasalahan sosial," singkat dia. (Gan)
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
Sejumlah warga yang merupakan penghuni belasan rumah itu sempat terlibat bentrok dengan puluhan petugas gabungan yang dikerahkan.
Meski demikian, masyarakat tetap diperbolehkan merayakan malam tahun baru, tetapi dianjurkan tidak melakukannya secara berlebihan.
Dana yang digelontorkan untuk mendukung administrasi kesekretariatan hingga fasilitas kegiatan lingkungan itu langsung dikebut pencairannya oleh para ketua RW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved