Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Lima Pasar di Depok Jadi Pangkalan Pemulung

Kisar Rajaguguk
17/7/2019 15:55
Lima Pasar di Depok Jadi Pangkalan Pemulung
Aktivitas jual beli di Pasar Kemirimuka, Beji, Depok, Jawa Barat( ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

LIMA pasar di Kota Depok, Pasar Cisalak, Pasar Agung, Pasar Tugu, Pasar Sukatani, dan Pasar Kemirimuka, memprihatinkan. Pasar terlihat sangat kumuh serta semrawut. Bahkan, sejumlah kios menjadi tempat mangkal sejumlah pemulung, pengemis dan pengamen.

Sejumlah pedagang yang dijumpai di Pasar Cisalak, Pasar Agung, Pasar Tugu, Pasar Sukatani, dan Pasar Kemirimuka, mengaku miris dengan kenyataan yang ada.

Baca juga: Hadapi Era Digital, Pemprov DKI akan Gelar UKM Expo

"Tidak sangka, pasar pemerintah kacau balau kondisinya.Tak sangka pula puluhan kios menjadi tempat bermarkasnya sejumlah pemulung, gepeng dan pengamen," ujar Tioman, pedagang sembako di Pasar Agung, Jalan Proklamasi, Kelurahan Mekarjaya, Sukmajaya, Rabu (17/7).

Padahal, sambung dia, Pasar Agung yang terdiri dari dua lantai itu cukup strategis karena letak lokasinya di pinggir jalan raya. Namun, hingga 10 tahun berlalu, kios-kios pada pasar semimodern itu justru di terlantarkan dan bahkan menjadi tempat hunian pihak luar.

"Jika tidak cepat ditangani, lokasi disini akan jadi makin rawan. Pemerintah Kota harus cepat bertindak. Jika tidak, lokasi itu, bakal kumuh, semrawut, dan tidak terkendali," tandasnya.

Kepala Pasar Agung, Biher Purba, mengakui di Pasar Agung banyak kios yang tidak terisi oleh pedagang. Bahkan, lantai dua pasar tersebut sama sekali kosong. "Jumlah kios di pasar Agung ada 1.250 unit, tapi sangat sedikit terisi," ucapnya.

Beberapa pedagang yang di jumpai di Pasar Cisalak, Jalan Raya Bogor, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, mengemukakan suasana di sekitar pasar Cisalak seperti kota mati karena sepinya pembeli. "Saking sepinya, pedagang di pasar banyak tutup," ungkap Ribeka, pedagang pakaian di lantai dua pasar tersebut.

Tak hanya itu, lokasi pasar juga semakin semrawut dan kumuh lantaran trotoar jalan pasar ditempati ratusan pedagang kaki lima yang berjualan sejenis. "Sudah setahun saya berjualan tapi tidak laku. Padahal tiap tahun saya bayar Rp2 juta sewa kios ke pemerintah. Kalau begini terus modal bisa habis," keluhnya.

Kepala Pasar Cisalak, Sutisna, mengaku sekitar 545 kios di Pasar Cisalak hingga kini masih kosong lantaran ditinggalkan pedagang gara-gara sepi pembeli.

Baca juga: DKI belum Koordinasi dengan Kepolisian Terkait Lintasan Formula E

Penyebabnya, berdirinya pasar tandingan, banyaknya pedagang kaki lima berjualan di trotoar dan bahu jalan di pasar sekitar.

"Kita sudah berkirim surat ke Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) supaya segera menertibkan 150 pedagang liar dan pasar tandingan tersebut. Namun, surat yang kami kirimkan belum mendapat respon. Jadi wajar Pasar Cisalak seperti kota mati karena sepi pembeli, " pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya