Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD) DKI Pujiono menegaskan lahan tempat pengungsi pencari suaka direlokasi merupakan lahan milik Pemprov DKI Jakarta.
Diketahui lahan tersebut memiliki luas 3.400 meter persegi. Di atas lahan itu juga berdiri bangunan dua lantai dan bangunan lain dengan luas 2.500 meter persegi.
Pujiono mengatakan lahan tersebut milik Pemprov yang rencananya akan dipinjam pakai oleh Kodim 0503 Jakarta Barat.
"Milik DKI yang akan dipakai oleh Kodim," kata Pujiono saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (12/7).
Pujiono tidak dapat memastikan kapan lahan itu akan terus digunakan untuk menampung para pengungsi asing.
Baca juga: Hunian Sementara Pencari Suaka
Ia menegaskan kebijakan tersebut menjadi kewenangan Pemprov DKI Jakarta yang kini dipimpin Pelaksana Harian (Plh) Gubernur DKI Jakarta Syaefullah selama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berada di luar negeri.
Sebelumnya, sejak awal Juli, terdapat pengungsi dari berbagai negara yang menempati trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Pengungsi sebagian besar berasal dari negara yang berkonflik seperti Sudan dan Afganistan.
Mereka menempati trotoar Jalan Kebon Sirih untuk mengungsi sekaligus meminta kepada subunit badan PBB bidang kemanusiaan yakni UNHCR untuk mendukung pencarian suaka ke Australia.
Relokasi mereka ke lahan di Kalideres, Jakarta Barat dilakukan kemarin siang setelah difasilitasi Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi dan Plh Gubernur DKI Syaefullah. (OL-2)
Gubernur DKI Jakarta pastikan stok pangan aman, harga terkendali, dan pasokan gas LPG siap jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Pemprov DKI juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Terkait dukungan anggaran, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D mendukung segala kajian dan rencana yang memiliki dampak positif untuk masyarakat luas.
Skema kerja sama dengan pengembang di sepanjang trase akan mempermudah pengembangan MRT, terutama dalam pengelolaan TOD dan pembiayaan proyek.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Letaknya yang strategis di samping JIS menjadikannya salah satu titik potensial untuk pengembangan wisata urban di Jakarta Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved