Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Bekasi Eka Supria Atmaja memerintahkan camat dan kepala desa untuk bertindak tegas terhadap pembuang sampah sembarangan dengan cara melaporkan kepada pihak Kepolisian agar ditangkap dan dibina.
Tidak cukup hanya me_rangkul kepolisian, Bupati Eka Supria juga akan melibatkan TNI untuk mengatasi maraknya aksi pembuangan sampah sembarangan di wilayah itu.
Langkah itu diambil menyusul maraknya aksi pembuangan sampah di tepi jalan ataupun sungai oleh pihak tak bertanggung jawab di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kondisi itu terlihat di sejumlah wilayah, terutama di sekitar Kecamatan Cikarang Utara.
"Kalau kita lihat memang masih ada oknum warga yang membuang sampah sembarangan. Makanya saya instruksikan kepada Pak Camat, Kepala Desa, dan perangkatnya, mulai RT/RW sampai Linmas untuk bersama-sama apabila ada oknum yang membuang sampah sembarangan, kalau bisa ditangkap dan dibina," kata Eka di Cikarang Utara, kemarin.
Tindakan tegas perlu dilakukan untuk menimbulkan efek jera agar Kabupaten Bekasi ke depannya lebih bersih dan rapi. Eka bahkan meminta bantuan kepolisian dan TNI untuk bersama melakukan tindakan tegas terhadap pembuang sampah.
"Pak Kapolsek dan Pak Danramil, mohon dibantu juga karena kita memang ingin Kabupaten Bekasi ini benar-benar bersih dan rapi," katanya.
Camat Cikarang Utara, Muchlis, mengatakan, persoalan sampah membutuhkan kesadaran semua pihak untuk menuntaskannya.
"Kalau kami sudah menyurati semua kepala desa untuk menindaklanjuti instruksi Pak Bupati dan meminta agar mereka berkoordinasi dengan unsur Muspika untuk menindaklanjutinya kalau--misalkan--ada oknum warga yang tertangkap buang sampah sembarangan," kata Muchlis.
Hanya, sejak surat dilayangkan belum ada satupun kepala desa di wilayahnya yang melaporkan ada oknum warga yang tertangkap tangan. "Kendalanya yang pertama, sebetulnya kami tidak tahu itu warga mana. Dan kedua, mereka membuang sampahnya pukul 02.00 atau pukul 03.00 sehingga terkadang kepala desa, RT, ataupun RW suka kecolongan," katanya.
Tunggu Pemprov Jabar
Pemkot Depok sampai saat ini belum bisa membuang sampah warganya ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Regional Lulut Nambo, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, karena belum mendapat mandat dari Pemprov Jawa Barat. Padahal, Pemkot Depok sudah melayangkan surat pada April 2019 agar pemindahan dipercepat. Namun, hingga kini tidak direspons.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Muhamad Ridwan mengatakan, daya tampung TPA Cipayung milik Pemkot Depok saat ini sudah melampaui kapasitas. Setiap hari ada 1.000 ton sampah Kota Depok yang dibuang ke TPA Cipayung. Pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk pemindahan sampah sebanyak 700 ton ke Lulut Nambo. "Kalau sudah buang sampah di Nambo, volume sampah di TPA Cipayung berkurang sekitar 200-300 ton sampah," katanya, kemarin.
Pihaknya, jelas Ridwan, masih menunggu respons Pemprov Jabar. Bila terealisasi, sampah Kota Depok bisa dikelola bank sampah dan UPS (Unit Pengelolaan Sampah) terlebih dahulu sebelum dibuang ke TPA Cipayung. "Bank Sampah dan UPS bisa mengurangi sampah 20% dari jumlah yang akan dikirimkan ke TPA Cipayung," tambahnya. (Ant/J-3)
ORGANISASI Ikatan Wartawan Online (IWO) Bali menggelar aksi bersih-bersih sampah di Pantai Mertasari, Minggu (15/2).
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol mendukung fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) soal haram membuang sampah ke sungai.
Persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengumumkan rencana pembangunan PLTSa di Sunter, Rorotan, Bantargebang, dan Jakarta Barat.
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
Salah satu lokasi tepat sasaran untuk kegiatan korve atau kerja bakti menjaga kebersihan lingkungan yang dipilih yakni ruang terbuka hijau di sekitar areal eks MTQ.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved