Senin 08 Juli 2019, 08:35 WIB

Polisi Incar Pembuang Sampah Sembarangan

Kisar Rajagukguk | Megapolitan
Polisi Incar Pembuang Sampah Sembarangan

Medcom.id/Roni Kurniawan
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja

 

BUPATI Bekasi Eka Supria Atmaja memerintahkan camat dan kepala desa untuk bertindak tegas terhadap pembuang sampah sembarangan dengan cara melaporkan kepada pihak Kepolisian agar ditangkap dan dibina.

Tidak cukup hanya me_rangkul kepolisian, Bupati Eka Supria juga akan melibatkan TNI untuk mengatasi maraknya aksi pembuangan sampah sembarangan di wilayah itu.

Langkah itu diambil menyusul maraknya aksi pembuangan sampah di tepi jalan ataupun sungai oleh pihak tak bertanggung jawab di wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Kondisi itu terlihat di sejumlah wilayah, terutama di sekitar Kecamatan Cikarang Utara.

"Kalau kita lihat memang masih ada oknum warga yang membuang sampah sembarangan. Makanya saya instruksikan kepada Pak Camat, Kepala Desa, dan perangkatnya, mulai RT/RW sampai Linmas untuk bersama-sama apabila ada oknum yang membuang sampah sembarangan, kalau bisa ditangkap dan dibina," kata Eka di Cikarang Utara, kemarin.

Tindakan tegas perlu dilakukan untuk menimbulkan efek jera agar Kabupaten Bekasi ke depannya lebih bersih dan rapi. Eka bahkan meminta bantuan kepolisian dan TNI untuk bersama melakukan tindakan tegas terhadap pembuang sampah.

"Pak Kapolsek dan Pak Danramil, mohon dibantu juga karena kita memang ingin Kabupaten Bekasi ini benar-benar bersih dan rapi," katanya.

Camat Cikarang Utara, Muchlis, mengatakan, persoalan sampah membutuhkan kesadaran semua pihak untuk menuntaskannya.

"Kalau kami sudah menyurati semua kepala desa untuk menindaklanjuti instruksi Pak Bupati dan meminta agar mereka berkoordinasi dengan unsur Muspika untuk menindaklanjutinya kalau--misalkan--ada oknum warga yang tertangkap buang sampah sembarangan," kata Muchlis.

Hanya, sejak surat dilayangkan belum ada satupun kepala desa di wilayahnya yang melaporkan ada oknum warga yang tertangkap tangan. "Kendalanya yang pertama, sebetulnya kami tidak tahu itu warga mana. Dan kedua, mereka membuang sampahnya pukul 02.00 atau pukul 03.00 sehingga terkadang kepala desa, RT, ataupun RW suka kecolongan," katanya.

Tunggu Pemprov Jabar

Pemkot Depok sampai saat ini belum bisa membuang sampah warganya ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) Regional Lulut Nambo, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, karena belum mendapat mandat dari Pemprov Jawa Barat. Padahal, Pemkot Depok sudah melayangkan surat pada April 2019 agar pemindahan dipercepat. Namun, hingga kini tidak direspons.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok Muhamad Ridwan mengatakan, daya tampung TPA Cipayung milik Pemkot Depok saat ini sudah melampaui kapasitas. Setiap hari ada 1.000 ton sampah Kota Depok yang dibuang ke TPA Cipayung. Pihaknya telah menyiapkan anggaran untuk pemindahan sampah sebanyak 700 ton ke Lulut Nambo. "Kalau sudah buang sampah di Nambo, volume sampah di TPA Cipayung berkurang sekitar 200-300 ton sampah," katanya, kemarin.

Pihaknya, jelas Ridwan, masih menunggu respons Pemprov Jabar. Bila terealisasi, sampah Kota Depok bisa dikelola bank sampah dan UPS (Unit Pengelolaan Sampah) terlebih dahulu sebelum dibuang ke TPA Cipayung. "Bank Sampah dan UPS bisa mengurangi sampah 20% dari jumlah yang akan dikirimkan ke TPA Cipayung," tambahnya. (Ant/J-3)

Baca Juga

dok.ist

Kowarteg, PKL, dan Pedagang Pasar Kramat Jati Dukung Ganjar di 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 22:05 WIB
KOMUNITAS Warteg (Kowarteg) Indonesia bersama pedagang kaki lima dan pedagang pasar di kawasan Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur menyatakan...
dok.humas PPP DKI

Di Mukercab DKI, Mardiono Targetkan Elektabilitas PPP Naik Lagi

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 25 September 2022, 20:47 WIB
Plt Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Mardiono mentargetkan elektabilitas partainya terus naik jelang Pemilihan Umum...
Antara

Jakarta Episentrum Penyebaran Covid-19. 580 Kasus Baru Ditemukan

👤MGN 🕔Minggu 25 September 2022, 20:40 WIB
Kasus covid-19 di Indonesia bertambah 1.411 hari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya