Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Anies Minta Inspektorat Selidiki Dugaan Korupsi Renovasi RS Koja

Putri Anisa Yuliani
02/7/2019 19:27
Anies Minta Inspektorat Selidiki Dugaan Korupsi Renovasi RS Koja
Gubernur DKi jakarta Anies Baswedan(Antara/Indrianto Eko Suwarso)

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menginstruksikan kepada Inspektorat DKI untuk turun tangan menyelidiki lelang rehabilitasi bangunan Gedung A RS Koja, Jakarta Utara.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari keluhan pembangunan RS Koja yang disampaikan oleh anggota Fraksi Partai Golkar, Ramli, dalam rapat paripurna pada Senin (1/7) lalu.

"Jadi saya akan minta inspektorat untuk mulai melakukan penyelidikan apa yang sesungguhnya terjadi. Kemudian diaudit mutu bangunannya lalu diaudit juga besaran biaya yang diperlukan untuk melanjutkan proyek tersebut," ujarnya di Balai Kota, Selasa (2/7).

Anies pun mengakui ada yang tidak beres dari pembangunan salah satu gedung di RS Koja.

Baca juga : Lift tidak Berfungsi, Pasien RSUD Koja Kesulitan ke UGD

Hal itu ditemuinya langsung saat menjenguk salah satu Petugas Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Sella Purba yang menjadi pasien rawat inap di RS itu akibat menjadi korban tabrak lari.

"Saya kemarin waktu menjenguk Sella sempat lihat kondisinya di tempat itu memang ada permasalahan di sana," ungkapnya.

Menurutnya sejauh ini masalah penghapusan asetlah yang menjadi penyebab keterlambatan pembangunan.

Sebelumnya, anggota Fraksi Partai Golkar, Ramli, mengeluhkan lamanya pembangunan Gedung A RS Koja Jakarta Utara. Akibat lambatnya proses pembangunan, menurutnya pihak pasien dirugikan.

Tidak hanya itu, kondisi pasien gawat darurat pun ikut dalam bahaya karena instalasi gawat darurat (IGD) yang dipindahkan sementara ke lantai 2 selama pembangunan berlangsung.

"Ini ada yang tidak beres. KPK harus turun. Pembangunan berjalan lama dan lift yang menyala hanya dua unit. IGD ada di lantai 2. Bagaimana jika ada pasien yang sangat gawat darurat kalau mengangkut pasien ke lantai 2 saja sulit," tegasnya saat itu. (OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Ghani Nurcahyadi
Berita Lainnya