Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGUMUMAN Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB) tingkat SMA di Tangerang, Provonsi Banten yang semestinya pada Sabtu (29/6) lalu, ditunda hingga waktu yang belum bisa ditentukan. Hal ini membuat sejumlah orang tua murid resah.
"Kalau melihat pengumuman sementara beberapa waktu lalu, posisi anak saya ada di nomor urut 205, masuk dalam kotak hijau tua yang kemungkinan besar di terima di SMAN 8 Tangerang," kata Mustafa, salah satu orang tua siswa yang anaknya mendaftar di sekolah tersebut.
Namun demikian, Mustafa dan para orang tua siswa lainnya merasa resah lantaran pengumuman PPDB diundur dalam waktu yang tidak ditentukan.
"Kami kuatir ada perubahan, tiba-tiba anak saya tidak diterima, lalu mau sekolah dimana,'' kata Mustafa yang diamini sejumlah orang tua lainnya.
Sementara itu, saat dikonfirmasi pihak sekolah maupun panitia PPDB, tidak bisa memberikan keterangan. Mereka bilang kewenangannya ada di Pemerintah Provinsi. "Ini adalah kewenangan Pemprov Banten. Posisi kami sama dengan siswa, yaitu menunggu informasi dari sana (Pemerintah Provinsi Banten)," kata salah seorang panitia PPDB di SMAN 8 Tangerang, yang tak bersedia disebutkan namanya. Hal serupa juga dikatakan panitia di SMAN 4. Mereka meminta kepada para orang tua siswa agar sabar menunggu waktu pengumuman penerimaan PPDB yang belum ditentukan waktunya.
"Sistem zonasi PPDB ini sudah berjalan tiga tahun. Tapi pelaksaaan masih seperti itu saja atau semrawut. Harus ada evaluasi" ujar Adib Miftahul, Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Islam Syekh Yusuf (UNIS) Tangerang ketika dimintai tanggapannya mengenai kisruh PPDB ini. (A-3)
Abidin juga meminta Kemenag segera membenahi validitas data guru madrasah, baik melalui mekanisme PPPK, ASN, maupun inpassing.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan khusus dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/1).
Provinsi-provinsi di kawasan timur Indonesia masih mendominasi angka pernikahan dini tertinggi secara nasional, meski secara umum prevalensi pernikahan anak di Indonesia terus menurun.
Mereka kehilangan rasa aman, rutinitas harian, akses belajar, serta dukungan emosional yang esensial bagi perkembangan mereka.
LEDAKAN teknologi digital telah menyusup ke setiap sudut kehidupan anak-anak Indonesia, membawa kemudahan sekaligus ancaman diam-diam: krisis gaya hidup pasif.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved