Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI Kali Asem yang berada di tengah gundukan sampah milik Kota Bekasi dan Pemprov DKI jadi ancaman baru di kawasan Bantargebang. Sebab, kali tersebut mengalami penyempitan tiap tahun.
“Aliran Kali Asem sudah mulai menyempit. Karena, sejak dulu di sekitar kali tidak pernah dibangun turab, sehingga sering terjadi penyusutan akibat tumpukan sampah, semula lebar kali ada lima meter, sekarang tinggal tiga meter,” kata Kepala Unit Pelaksana Tekhnis Daerah (UPTD) TPA Sumurbatu, Masropah, Selasa (30/4).
Menurut Masropah, insiden banjir yang terjadi beberapa pekan lalu di lokasi TPA Sumurbatu diakibatkan karena saluran Kali Asem tersumbat. Sehingga, air naik ke darat dan merendam seluruh akses lintasan truk.
“Sekarang kami sudah mulai perlebar lagi Kali Asem,” ungkap dia.
Dia mengaku, lintasan Kali Asem berada di tengan-tengah lahan pembuangan milik Kota Bekasi dan Pemprov DKI. Sehingga, tanggungjawab untuk penanganannya harus dilakukan secara bersama-sama.
“Saluran Kali Asem mengalir sampai ke pemukiman penduduk. Kalau terjadi penyumbatan tentu warga teriak karena pemukimannya bisa banjir,” imbuhnya.
Baca juga : Korban Banjir di Kembangan Utara Tinggalkan Posko Pengungsi
Penyempitan kali asem, kata Masropah, disebabkan banyaknya sampah yang turun terus menerus ke pinggiran kali. Selain menyempit hal tersebut pun membuat kali semakin dangkal.
Saat insiden banjir lalu, Masropah mengaku, pihaknya sudah melakukan pengerukan ke dasar kali. Hal itu dilakukan agar saat hujan datang limpasan air kali tidak menggenangi pemukiman warga.
“Tapi kita ingin sisi Kali bisa dibangun turab biar tidak susut sampahnya,” jelasnya.
Lebih jauh dijelaskan Masropah, saat ini tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu, Bantargebang mengalami kenaikan 150 ton di tahun 2019. Sebelumnya, hanya 700 ton per hari, ternyata pada tahun ini jumlahnya mencapai 900 ton pehari.
Bahkan, kata dia, jumlah truk yang sekarang masuk ke TPA Sumurbatu mencapai 240 kendaraan. Dengan begitu, tumpukan sampah yang dibuang mengalami peningkatan di tahun 2019.
Sementara itu, Kabid Persampahan pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi Kiswanti mengatakan, pihaknya belum bisa secara tiba-tiba membereskan permasalahan yang ada di Kali Asem. Dia mengaku, kalau aliran Kali Asem itu berada di tengah dua lahan pembuangan sampah milik Kota Bekasi dan Pemprov DKI.
“Jadi tanggungjawabnya berdua, antara kita dan DKI,” jelasnya.
Kiswanti mengaku, kondisi Kali Asem saat ini memprihatinkan. Karena bagian sisi Kali belum dibangun site file. Sehingga dia mengkhawatirkan bila hujan datang dengan intensitas tinggi tumpukan sampah bisa longsor ke dasar Kali.
“Akibatnya seperti kemarin, sejumlah akses lintasan kendaraan mengalami banjir, akibat air Kali Asem meluap,” tandas dia. (OL-8)
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
Sejumlah warga yang merupakan penghuni belasan rumah itu sempat terlibat bentrok dengan puluhan petugas gabungan yang dikerahkan.
Meski demikian, masyarakat tetap diperbolehkan merayakan malam tahun baru, tetapi dianjurkan tidak melakukannya secara berlebihan.
Dana yang digelontorkan untuk mendukung administrasi kesekretariatan hingga fasilitas kegiatan lingkungan itu langsung dikebut pencairannya oleh para ketua RW.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved