Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
LUAPAN Kali Ciliwung mengakibatkan timbulnya genangan air di wilayah Kampung Melayu. Salah satu tempat yang masih terimbas genangan setinggi 10-20 sentimeter adalah RT 11 RW 05 Kebon Pala, Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, Kamis (25/4).
Di lorong-lorong pemukiman warga, beberapa anak-anak ditemani ibunya terlihat tengah mengeringkan genangan air di halaman rumah. Wilayah yang terletak di bantaran Kali Ciliwung sempat dilanda banjir hingga ketinggian mencapai 50-70 sentimeter yang merendam sekitar 200 rumah di RT 11, Kamis (25/4) pukul 05.00 WIB.
Namun sekitar satu jam kemudian, air mulai surut dan menyisakan genangan setinggi 10-20 sentimeter sampai pukul 09.00 WIB.
Menurut Ketua RT 11, Eka Kurniawan, banjir telah merendam wilayahnya selama dua hari sejak Rabu (24/4).
"Banjir hari pertama sampai pintu rumah, warga tidak ada yang mengungsi karena sebagian besar mereka naik ke lantai dua," kata Eka.
Baca juga: Ini 17 Titik Banjir Setelah Jakarta Diguyur Hujan Deras
Walaupun direndam banjir, Eka mengatakan aktivitas warga tetap berjalan seperti biasa. Senada dengan Eka, warga lain, Yanti, yang tinggal persis di bantaran Kali Ciliwung, menuturkan banjir tidak membuat aktivitasnya lumpuh.
"Kalau banjirnya tinggi ya kami naik ke lantai dua, kalau mau ke luar tinggal lewat genteng, nanti tembus ke Komplek Duri Permai yang lebih tinggi," ujar Yanti.
Banjir merendam kawasan Kebon Pala akibat curah hujan tinggi di Bogor sejak Selasa (23/4) malam. Akibatnya, air di Sungai Ciliwung pun meluap dilihat dari tingginya permukaan air di Pintu Air Bendung Katulampa dan Pintu Air Depok pada Kamis (24/4). Data Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta menunjukkan pada pukul 06.00 WIB, tinggi permukaan air Bendung Katulampa dan Depok dalam posisi aman.(OL-5)
DKI Jakarta memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir seiring meningkatnya risiko cuaca ekstrem dan memastikan pompa pengendali banjir siaga
Hujan dengan intensitas cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir di daerah itu mengakibatkan banjir dan merendam ratusan rumah.
Demi keamanan, warga kini bekerja dengan perlengkapan pelindung dan memastikan aliran energi tetap padam hingga kondisi benar-benar kering.
Faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama bagi para penyintas. Harga yang sangat terjangkau membuat kios ini menjadi primadona bagi warga yang sedang merintis kembali hidupnya.
Pelayanan yang diberikan harus sesuai dengan harapan publik.
WARGA Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, masih dihantui banjir hingga Maret 2026, sejak banjir besar yang terjadi pada 25 November 2025 lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved