Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Penggunaan Transportasi Publik DKI Turun 33%

M. Iqbal Al Machmudi
15/4/2019 15:35
Penggunaan Transportasi Publik DKI Turun 33%
Penumpang menaiki kereta MRT pada hari pertama fase operasi secara komersial (berbayar) di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta(ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

PENGGUNAAN transportasi publik oleh warga DKI Jakarta turun hingga 15%. Sebelumnya, tingkat penggunaan transportasi publik warga DKI mencapai 48%, kini turun menjadi 33%. Dibandingkan 20 tahun lalu, tingkat penggunaan transportasi umum menurun hingga 15%.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengatakan pada tahun 1998 sebanyak 48% dari warga Jakarta menggunakan transportasi publik. Hari ini, angka itu menurun hingga 33%. Pemprov DKI menargetkan tingkat penggunaan transportasi umum selanjutnya mencapai 75% dan sisanya pengguna kendaraan pribadi. Hal tersebut, kata dia, harus didukung dengan investasi di seluruh sektor.

Baca juga: DKI Targetkan Penggunaan Transportasi Publik Capai 75%

"Bahwa perbandingannya 75% dengan menaiki transportasi publik dan sisanya sebanyak 25% mengendarai kendaraan pribadi. Itu semuanya membutuhkan investasi masif dan kebijakan yang konsisten di semua sektor. Bukan hanya satu sektor tapi semua sektor," ujar Anies dalam acara Launch and Round Table Discussion yang bertema Sustaining Transit Investment in Asia's Cities di Balaikota DKI Jakarta, Senin (15/4).

Untuk kembali meningkatkan transportasi umum tersebut, Pemprov mengandalkan Mass Rapid Transit (MRT) karena dinilai sebagai alat pemersatu warga kota.

"Pada akhirnya ini semua tentang mengubah tingkah laku dari populasi masyarakat kota. Karena itulah, kita melihat MRT lebih dari sekadar transportasi individu dari suatu ke tempat lainnya. MRT adalah alat untuk mempersatukan kota," tandasnya.

Menurut Anies, hanya di MRT, warga DKI tidak memiliki kelas bisnis untuk tempat duduk. Hanya di MRT, tidak ada kursi prioritas kecuali untuk penyandang disabilitas, orang tua, dan ibu hamil.

Oleh karena itu, saat ini sedang membangun beberapa infrastruktur transportasi publik seperti BRT, LRT, MRT fase dua termasuk koridor yang menghubungkan wilayah Timur-Barat Jakarta.

"Kita melihat bahwa kita membutuhkan untuk mengembangkan infrastuktur besar secara menyeluruh," jelas mantan Mendikbud tersebut. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya