Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

DKI Targetkan Penggunaan Transportasi Publik Capai 75%

M Iqbal Al Machmudi
15/4/2019 14:20
DKI Targetkan Penggunaan Transportasi Publik Capai 75%
Anies Baswedan(MI/Putri Yuliani )

PEMPROV DKI Jakarta menargetkan tingkat penggunaan transportasi publik mencapai 75% dan sisanya memakai kendaraan pribadi. Saat ini persentase penggunaan angkutan umum baru 33% dari keseluruhan perjalanan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan untuk menggenjot penggunaan transportasi publik memerlukan investasi masif dan kebijakan yang konsisten di semua sektor. "Bukan hanya satu sektor tapi semua sektor," ujarnya dalam acara Launch and Round Table Discussion yang bertema Sustaining Transit Investment in Asia's Cities di Balaikota DKI Jakarta, Senin (15/4).

Disebutkan Anies, penggunaan transportasi publik oleh warga DKI Jakarta per 1998 sempat mencapai 48%. Setelah itu turun dan kini berada di tingkat 33%.

Pemprov DKI terus mengupayakan peningkatan penggunaan angkutan umum. Salah satu yang diandalkan untuk itu ialah moda raya terpadu (MRT). Anies menilai Ratangga, nama MRT DKI Jakarta, tidak hanya mengakomodasi kebutuhan transportasi tetapi juga sebagai alat pemersatu warga kota.

"Pada akhirnya ini semua tentang mengubah tingkah laku dari populasi masyarakat kota. Karena itulah, kita melihat MRT lebih dari sekadar transportasi individu dari suatu ke tempat lainnya. MRT adalah alat untuk mempersatukan kota," ujar Anies Baswedan.

Menurut Anies hanya di MRT, warga DKI tidak memiliki kelas bisnis untuk tempat duduk. Hanya di MRT, tidak ada kursi prioritas kecuali untuk penyandang disabilitas, orang tua, ibu hamil.

Oleh karena itu, Pemprov DKI giat membangun beberapa infrastruktur transportasi publik seperti BRT, LRT, MRT fase dua termasuk koridor yang menghubungkan wilayah Timur-Barat Jakarta.

"Kita melihat bahwa kita membutuhkan untuk mengembangkan infrastuktur besar secara menyeluruh," jelas mantan Mendikbud tersebut. (A-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya