Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
TAUFIK, 52, tak peduli dengan kesemrawutan yang terjadi sejak pagi hingga malam hari di trotoar Jalan Jati Baru, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Setiap hari, ia hanya berpikir bagaimana dagangannya bisa laku. Pedagang kaki lima di trotoar Tanah Abang itu mengaku tidak ingin pindah dari tempatnya mencari penghidupan saat ini. "Saya tidak tertarik untuk pindah ke jembatan penyeberang-an multiguna (JPM). Dari dulu sudah berjualan di sini, betah di sini, dan tidak akan mau berjualan di jembatan meski dipaksa," tandasnya.
Taufik tidak sendiri. Ada puluhan PKL yang tetap nekat berjualan di trotoar Jalan Jati Baru. Tidak nyaman memang, karena mereka harus kucing-kucingan dengan petugas Satuan Polisi Pamong Praja, yang sering melakukan razia. Mereka juga tidak peduli dengan keluhan pejalan kaki. "Dari dulu juga sudah desak-desakan. Namanya pasar pasti desak-desakan," kilah Taufik.
Meski JPM Tanah Abang sudah difungsikan untuk menampung PKL, kondisi trotoar Jalan Jati Baru, sampai kemarin, masih tetap disesaki PKL. "Setelah ada JPM dan sebelumnya tetap sama saja. Semrawut, karena banyak yang berdagang di trotoar," keluh Indri, 27, pejalan kaki.
Adanya PKL di trotoar, lanjutnya, sangat mengganggu pejalan kaki. "Kasihan warga yang buru-buru karena jalan mereka jadi tersendat."
Berbeda dengan Taufik, Ridho, 35, mengaku bersyukur bisa berdagang di JPM Tanah Abang. Selain lebih tenang mengais rezeki, pedagang pakaian wanita itu juga mengaku omzet dagangnya meningkat daripada saat masih berjualan di badan Jalan Jati Baru.
Baca Juga: Cegah Golput, Ancol Siapkan Diskon Tiket
"Omzetnya bisa meningkat 15% sehingga laba bersih yang bisa kami bawa pulang juga bertambah. Dari hari ke hari, jumlah konsumen yang datang ke JPM ini terus meningkat," tambahnya.
Ia menilai dengan berjalan dan berbelanja di JPM Tanah Abang, warga merasa lebih nyaman karena tidak kepanas-an dan kehujanan. Kondisi itu membuat Ridho betah berdagang di JPM Tanah Abang.
Pedagang lain, Rini, 29, juga mengaku baju anak jualannya laris manis di JPM Tanah Abang. "Penghasilan saya naik. Banyak pembeli yang merupakan penumpang KRL dan Trans-Jakarta, karena jembatan ini terintegrasi dengan dua moda itu," tuturnya.
Nyamannya berbelanja di JPM diungkapkan Faridah, 40, warga. "Tidak perlu berdesak-desakan seperti saat di bawah dulu. Tidak perlu khawatir juga kesenggol mobil atau sepeda motor. Di sini berbelanja lebih nyaman dan tenang," paparnya.
JPM Tanah Abang mulai dioperasikan untuk PKL pada 7 Desember 2018. Jembatan sepanjang 386 meter dengan lebar 12,6 meter ini dibangun dengan dana APBD DKI Jakarta. Ada 446 pedagang yang berjualan. (*/J-3)
Tren busana muslim Lebaran 2026 menemukan pemenangnya pada sosok Inara Rusli yang gaya berpakaiannya kini diproduksi massal dengan nama unik "Gamis Bini Orang".
Tren Gamis Bini Orang viral jadi baju Lebaran 2026. Simak asal-usul, ciri khas desain layer elegan, hingga daftar harga terbaru di Pasar Tanah Abang.
Kawasan dengan aktivitas tinggi seperti Tanah Abang cenderung kembali semrawut jika pengawasan melonggar.
Pasar Tanah Abang dalam beberapa waktu terakhir ramai diperbincangkan lantaran kasus juru parkir (jukir) yang mematok tarif hingga Rp100 ribu per kendaraan.
Wagub DKI Rano Karno meminta warga memaklumi maraknya jukir liar di Tanah Abang saat awal Ramadan. Polisi sebelumnya menangkap 8 pelaku pungli parkir hingga Rp100 ribu.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno optimistis praktik parkir liar di kawasan Tanah Abang yang sempat mematok tarif hingga Rp100.000 akan segera tertib dalam waktu dekat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved