Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Strategi Polri Perangi Hoaks Jelang Pemilu

M. Iqbal Al Machmudi
28/3/2019 20:40
Strategi Polri Perangi Hoaks Jelang Pemilu
Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Mohammad Iqbal(ANTARA/Aprillio Akbar)

POLISI Republik Indonesia menggandeng masyarakat untuk memerangi berita bohong atau hoaks dengan berbagai cara menjelang pemilihan umum (Pemilu) mendatang.

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Mohammad Iqbal, mengatakan masyarakat harus turut berperan secara aktif untuk melawan berita bohong yang semakin masif menjelang Pemilu seperti saat ini.

Strategi untuk memerangi hoaks dari divisi Humas Polri diantaranya, memberikan treatment positif, turut andil dalam memberikan informasi yang benar, dan memerangi black campaign (Kampanye Hitam).

Baca juga: BPN Bantah Kelompok Radikal ada di Belakang Prabowo

Pada bulan Desember terdapat 75 kasus hoaks yang terjadi, bulan Januari sebanyak 175 kasus hoaks, dan naik 2 kali lipat sebanyak 353 kasus hoaks bulan Februari.

Peningkatan hoaks pada saat ini berkaitan dengan pesta demokrasi 2019. Berita bohong tersebut akan terus bertambah setiap bulannya menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) dilangsungkan.

Kategori hoaks tertinggi mengenai politik, sebanyak 181 kasus. Sepanjang bulan Februari 23% berkaitan dengan politik dan 171 kasus hoaks berkaitan dengan pemerintah.

Polri juga turut menggandeng influencer seperti youtuber dan selebgram untuk memberikan berita yang positif kepada masyarakat .

"TNI dan Polri bersinergi menjamin keamanan Pemilu, sampai saat ini situasi masih aman, tapi sekali lagi kita memerlukan bantuan semua seperti youtuber, selebrgam dan penggiat sosial media untuk bersama TNI dan Polri melakukan literasi digital yang positif. Jangan dibiarkan masyarakat terpapar berita yang tidak benar akibat ada konten-konten negatif, hoaks. dan lainnya," kata Iqbal dalam acara Seminar Nasional di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (28/3).

Baca juga: Tips Tetap Bugar Ala Jokowi, Tidak Perlu Jamu dan Suplemen

Menurutnya, dampak hoaks ditengah-tengah masyarakat dapat merubah cara pandang masyarakat baik secara psikologis dan kehidupan bermasyarakat, oleh karena itu polisi menggandeng elemen masyarakat untuk memelihara ketertiban.

"Pesta demokrasi yang merupakan hak rakyat harus dijaga dengan aman. Penegakan hukum sudah dilakukan, upaya kepolisian untuk hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menjaga keamanan dalam pemilu tahun ini hal tersebut langsung disampaikan oleh Kapolri," pungkasnya. (OL-6)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Astri Novaria
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik