Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Beban berat Rumah Sakit Umum Daerah dr Chasbullah Abdulmadjid menangani masalah kesehatan warga Kota Bekasi terus dikurangi. Sejak 11 Maret lalu, rumah sakit di Jatisampurna sudah dibuka untuk umum. "Tahun ini, kami menargetkan ada tiga rumah sakit tipe D yang bisa melayani warga Kota Bekasi. Setelah Jatisampurna, dua rumah sakit akan dibuka di Pondok Gede dan Bantargebang," papar Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, kemarin.
Khusus di Bantargebang, Pemkot Bekasi tidak perlu merogoh kocek sendiri. "Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membantu pembiayaannya sehingga pengoperasian rumah sakit ini relatif lebih cepat," lanjut Rahmat.
Untuk rumah sakit di Pondok Gede, lanjut dia, masih butuh perluasan lahan. Hanya saja, soal itu tidak menjadi kendala terbesar karena pemkot memprioritaskan untuk membangun fasilitas rumah sakit terlebih dulu.
Untuk itu, Rahmat sudah memerintahkan jajarannya untuk secepatnya membangun konstruksi rumah sakit. Rencana berikutnya, rumah sakit tipe D juga akan dibangun di wilayah Medan Satria. "Saya ingin dari tahun ke tahun masyarakat bisa lebih mudah menjangkau fasilitas kesehatan yang disediakan pemerintah daerah," tandas Rahmat.
Baca Juga: Tiga RS Tipe D Mulai Beroperasi di Kota Bekasi
Saat ini, jumlah warga Kota Bekasi yang hampir mencapai 3 juta jiwa hanya dilayani satu rumah sakit milik pemerintah daerah, yakni RSUD dr Chasbullah Abdulmadjid yang berada di Jalan Pramuka, Bekasi Selatan. RSUD dengan tipe B itu mendapat dukungan fasilitas kesehatan di tingkat kecamatan, dengan beroperasinya 39 pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Adapun jumlah rumah sakit swasta di kota ini jauh lebih banyak, mencapai 36 unit.
Lebih jauh Rahmat Effendi mengungkapkan rumah sakit di Jatisampurna memiliki kapasitas rawat inap untuk 50 pasien. Rumah sakit itu juga dilengkapi ruang gawat darurat, ICU, NICU, dan poliklinik rawat jalan. Untuk layanan rawat jalan diperkuat empat dokter spesialis, yakni kebidanan, anak, bedah, dan penyakit dalam.
Fasilitas penunjang yang tidak kalah pentingya ialah instalasi farmasi, radiologi, dan poligigi. Rumah sakit ini melayani pasien BPJS ataupun Kartu Sehat (KS) berbasis nomor induk kependudukan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi Tanti Rohilawati menambahkan rumah sakit tipe D akan menunjang kinerja puskesmas. "Selain lebih menyebarkan layanan kesehatan bagi warga, keberadaan RS tipe D juga lebih lengkap daripada puskesmas." (Gan/J-3)
Menjelang Ramadan, kegiatan bersih-bersih masjid mulai marak dilakukan warga untuk menyiapkan tempat ibadah yang lebih higienis dan nyaman.
Penerapan tarif telah disepakati bersama antara Pemkot Bekasi, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan para sopir angkot.
POLDA Metro Jaya mengungkapkan bayi yang ditemukan di sebuah apartemen Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/2), dinyatakan meninggal dunia.
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved