Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
Konsep naturalisasi sungai yang diwacanakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat baru menjabat masih belum jelas dari segi penjabaran, tempat pelaksanaan hingga solusinya. Pengamat perkotaan Yayat Supriyatna, kemarin, mengatakan konsep naturalisai sungai ala Gubernur Anies berbanding terbalik dengan konsep normalisasi sungai yang digagas di era mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Yayat mengatakan konsep normalisasi sungai merupakan konsep yang matang.
"Normalisasi sungai konsepnya sudah jelas yakni menormalkan kondisi kapasitas sungai, mulai dari bentangnya hingga volume air sungai tersebut," ucapnya. Menurut Yayat, selain menormalkan kondisi kapasitas sungai pada konsep normalisai sungai juga ada solusi pelimpahan air ketika curah hujan tinggi. Ia berharap konsep dari naturalisasi sungai dapat segera dijelaskan Gubernur DKI Jakarta.
Baca Juga: Tarif Terdekat Rp3.000, Terjauh Rp14.000
"Apakah naturalisasi dapat mengatasi banjir? Apakah naturalisasi dapat mengakibatkan penggusuran? Itu yang harus dijawab lebih dahulu," jelasnya. Di sisi lain, Yayat juga mengatakan naturalisasi sungai tidak tepat bila dilakukan di wilayah tengah sungai Jakarta karena permukiman yang padat dan juga tebing sungai yang curam dan rawan tanah longsor. "Kalau di hilir su-ngai, naturalisasi dapat dilakukan, namun di wilayah tengah sungai belum tentu bisa, karena permukiman penduduk yang padat dan juga tebing sungai terlalu curam dan rawan tanah longsor," tutupnya.
Ungkapan senada juga dilontarkan juru kampanye Greenpeace Indonesia, Bagus Kusuma. Bagus juga mengatakan konsep naturalisasi sungai belum jelas. Dia menegaskan pihaknya menolak ada praktik betonisasi hingga penggusuran.
Untuk itu, Bagus mendesak konsep pemeliharaan sungai Jakarta harus mengikutsertakan pemangku kepentingan sehingga visi terhadap sungai-sungai di Jakarta dapat disusun bersama. (*/J-2)
PENGAMAT Komunikasi Politik menyebut peremuan Anies Baswedan dengan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di Cikeas bukan sekadar halalbihalal biasa
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali membuka Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah yang berada di kawasan MH Thamrin.
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan menekankan pentingnya untuk menjalin silaturahmi antar tokoh politik bangsa.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved