Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSATUAN dan kesatuan umat Islam hendaknya diutamakan menjelang pesta demokrasi Pemilihan Presiden 2019 pada April mendatang. Pada sisi lain, tolerasi antarumat beragama pun perlu dipelihara agar bangsa Indonesia tetap damai.
Demikian dikatakan oleh ulama sekaligus tokoh agama KH Muchtar S dalam pengajian dan bakti sosial santunan anak yatim piatu bertemakan 'Islam Ikut Menjaga Keutuhan NKRI dengan Melawan Hoaks dan Fitnah', di Majelis Taklim Al Fatimatul Ula, Jl Margonda Raya Gang Fatimah RT 01/11 Kemiri Muka, Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Jumat (1/2).
Hadir dalam giat itu sekitar 150 orang yang juga merupakan jemaah Majelis Taklim Al Fatimatul Ula Kota Depok.
Kiai Mucthar menyampaikan perkembangan teknologi yang terus menerus kian pesat membuat media sosial menjadi pilihan utama bagi masyarakat dalam berkomunikasi. Media sosial adalah sesuatu yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, lanjut dia, kemajuan teknologi tersebut harus dihadapkan dengan kebebasan setiap orang dalam membuat serta membagikan informasi. Dalam kurun waktu setahun belakangan ini, Indonesia justru dihadapkan dengan maraknya berita hoaks di media sosial. Hal itu dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi atau kelompok.
Ia pun kembali mengingatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) merilis fatwa tentang haramnya menyebar berita hoaks. Hukum haram ini terdapat pada Fatwa MUI Nomor 24 Tahun 2017 tentang Hukum dan Pedoman Bermuamalah melalui Media Sosial.
"Memproduksi, menyebar, dan atau membuat dapat diaksesnya konten atau informasi tentang hoaks, ghibah, fitnah, namimah, aib, bullying, ujaran kebencian, dan hal-hal lain sejenis terkait pribadi kepada orang lain dan atau khalayak, hukumnya haram, demikian salah satu poin dari Fatwa MUI," terang Kiai Muchtar.
Itu sebabnya, kata dia, jika umat menerima berita atau konten di media sosial hendaknya diteliti lebih dulu.
"Jangan langsung percaya apalagi menyebarkan ke mana-mana. Sebab, kalai kita tidak teliti terhadap hoaks, kita bisa menjadi salah satu penyebar dosa kebohongan. Cerdaslah dalam bermedia sosial," tuturnya.
Untuk itulah, sebagai warga negara yang baik, KH Mucthar mengajak umat Islam ikut mensukseskan hajat bangsa Indonesia dalam waktu dekat yaitu Pemilu 2019 pada 17 April 2019.
"Pilih pemimpin yang baik dan amanah, berbeda pilihan boleh, tetapi jangan sampai memutus tali silaturahim," ucap KH Muchtar.
Dia berharap apa pun hasilnya pemilu nanti dan siapa pun yang menang dan terpilih sebagai pemimpin, kewajiban rakyat yaitu mendengar serta taat kepadanya.
"Seperti ajaran Alquran dan sunnah, selagi tidak memerintahkan kepada maksiat. Semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita ke jalan yang diridai-Nya. Aamiin," pungkas Kiai Muchtar. (RO/OL-1)
KPK menetapkan Hasto Kristiyanto sebagai tersangka suap terkait buronan Harun Masiku. Hasto disebut aktif mengupayakan Harun memenangkan kursi anggota DPR pada Pemilu 2019.
Bagi Mahfud, batalnya memakai kemeja putih tersebut lima tahun lalu menyimpan pesan tersendiri.
KPID Sulawesi Selatan mengaku belum bisa menindak caleg dan parpol yang mulai mencuri start pada Pemilu 2024.
PENDUKUNG Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kini berbalik mendukung calon presiden (capres) Prabowo Subianto jelang Pilpres 2024.
Beberapa upaya dari KPU untuk mencegah terjadinya kembali korban jiwa dari petugas KPPS.
"Mas Ganjar kan enggak nyapres, enggak nyapres beliau," kata Immanuel di Jakarta, Minggu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved