Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SETAHUN sudah kasus pembunuhan mahasiswi Universitas Esa Unggul, Tri Ani Yani Puspo Ningrum, berselang. Namun, hingga kini polisi belum sanggup mengungkapnya. Karena itu, Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Barat membentuk satuan tugas khusus untuk menangani kasus pembunuhan yang terjadi pada 9 Januari 2017 itu.
“Kita sudah buat satuan tugas khusus yang concern untuk pengungkapan kasus ini,” ujar Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi di Kantor Polres Jakarta Barat, kemarin.
Menurutnya, satgas khusus itu akan bertugas memeriksa ulang para saksi serta mengevaluasi barang bukti yang telah didapat penyidik kepolisian.
Hengki pun sadar, rentang waktu selama satu tahun mungkin menjadi hambatan untuk mengungkap kasus itu. “Untuk itu, kita evaluasi lagi alat bukti yang ada dan evaluasi untuk temukan bukti baru dan untuk temukan tersangkanya,” ujar Hengki.
Penyelidikan menurutnya akan dilakukan kembali.
Dievaluasi
Nantinya, kinerja satgas khusus itu akan dievaluasi secara berkala. Hal itu bertujuan menghindari adanya proses mengarahkan alat bukti terhadap tersangka pelaku.
“Makanya kita urut lagi alat bukti yang ada, biarkan mengalir nanti arahnya ke mana. Intinya kita menyelidiki suatu kasus itu tidak boleh misalnya si A pelakunya kemudian kita fokus ke A terus sehingga alat bukti diarahkan supaya mengarahkan ke A. Itu tidak boleh,” ujar Hengki.
Metode kerja tim satgas itu pun sudah dirancang demi berhasilnya pengungkapan kasus.
“Tim juga sudah kita bagi. Metodenya induktif dan deduktif,” sambungnya.
Arum yang merupakan mahasiswa Universitas Esa Unggul tewas dengan dua luka tikam di leher. Jenazahnya ditemukan di kamar indekosnya, Jalan H Asmat Ujung, Perumahan Kebon Jeruk Baru, Jakarta Barat, 9 Januari 2017. Komputer jinjing dan telepon seluler milik Arum turut hilang dalam peristiwa tersebut. (Ant/J-4)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
SEORANG mahasiswa berinisial A (19) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya yang berlokasi di Jalan Padat Karya I, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Jumat (16/1/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi menemukan indikasi kuat adanya tindak pidana kekerasan pada tubuh korban.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap dan tertutup tumpukan dedaunan
Pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan penemuan mayat pada Sabtu (3/1). Korban ditemukan dengan sejumlah luka bacok di bagian kepala.
UTANG aset kripto disebut sebagai motif utama pelaku pembunuhan anak politikus PKS di Cilegon. Pelaku mengaku mengalami kerugian besar dalam perdagangan aset kripto hingga terlilit utang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved