Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
TRADISI mengonsumsi makanan bakaran, seperti jagung bakar dan daging panggang, seolah menjadi ritual wajib dalam perayaan akhir tahun. Namun, di balik kelezatannya, muncul kekhawatiran mengenai dampak kesehatan dari proses pembakaran tersebut. Benarkah makanan bakaran selalu berdampak buruk bagi tubuh?
Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr. Karina Rahmadia Ekawidyani, menjelaskan bahwa proses pembakaran memang memengaruhi kandungan gizi makanan, namun dampaknya tidak selalu negatif. Menurutnya, pemahaman mengenai jenis bahan pangan dan teknik pengolahan menjadi kunci utama.
Secara ilmiah, suhu tinggi saat pembakaran dapat mengubah profil nutrisi bahan pangan. Karina menerangkan, "Secara ilmiah, pembakaran dapat menurunkan kandungan beberapa zat gizi tertentu. Proses pembakaran makanan dapat mengubah kandungan gizi, antara lain menurunkan vitamin larut air seperti vitamin C dan vitamin B."
MI/HO--Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr. Karina Rahmadia EkawidyaniRisiko utama muncul pada protein hewani, seperti daging ayam dan sapi. Pemanasan bersuhu tinggi pada jenis pangan ini dapat memicu terbentuknya senyawa karsinogenik, yaitu polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dan heterocyclic amines (HCAs). Senyawa ini umumnya terbentuk jika daging dibakar pada suhu sangat tinggi hingga mencapai kondisi gosong.
Menariknya, Karina menegaskan bahwa tidak semua makanan bakaran berbahaya bagi kesehatan. Risiko kesehatan sangat bergantung pada jenis bahan yang diolah. Ia justru menyebutkan bahwa pembakaran pada beberapa jenis pangan tertentu memberikan manfaat lebih.
"Jenis pangan yang relatif lebih aman untuk dibakar adalah sayuran," jelasnya.
Pada sayuran tertentu, proses pembakaran dapat menghancurkan dinding sel yang keras. Hal ini justru membuat zat gizi penting seperti lycopene, beta-karoten, dan berbagai antioksidan lainnya menjadi lebih mudah diserap oleh tubuh.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan mangan pada terong dilaporkan meningkat setelah dibakar. Begitu pula dengan kadar natrium pada zukini yang diolah dengan metode serupa.
Agar tradisi bakar-bakaran tetap aman dan menyehatkan, Karina membagikan beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan di rumah:
Dengan menerapkan teknik yang tepat, kekhawatiran akan bahaya kesehatan dapat diminimalisir, sehingga momen kebersamaan di akhir tahun tetap terasa nikmat dan tetap sehat. (Z-1)
Periode paling krusial bagi perkembangan manusia terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Persagi bersama sejumlah mitra meluncurkan Program Edukasi Gizi Serentak yang menjangkau lebih dari 1.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Penerapan gizi seimbang memiliki dampak langsung pada kesehatan saluran cerna. Asupan yang tepat akan menjaga keseimbangan bakteri baik (mikrobiota) di dalam usus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved