Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Budaya Roti yang tidak Lekang Waktu di Turki

Basuki Eka Purnama
19/11/2025 18:17
Budaya Roti yang tidak Lekang Waktu di Turki
Ilustrasi(MI/HO)

DI Turki, roti hadir di setiap meja, mulai dari dapur desa hingga restoran dan kafe di kota. Namun, roti bukan sekadar makanan pokok, ia adalah warisan hidup di negeri ini. 

Tradisi roti yang berakar kuat di Anatolia, salah satu tempat lahirnya kehidupan menetap paling awal, telah berlangsung selama ribuan tahun, dan setiap penemuan arkeologis di seluruh Turki menambahkan bab baru pada kisah kunonya. 

Sisa-sisa roti dan artefak pembuat roti yang ditemukan di berbagai penjuru Türkiye menjadi bukti nyata dari budaya kuliner yang telah tumbuh dan disempurnakan selama berabad-abad.

Penemuan arkeologis

Penemuan arkeologis terbaru di Anatolia mengungkap akar kuno dari pembuatan roti dan menyoroti kekayaan warisan kuliner Turki. 

Di situs Catalhoyük di Konya, yang terdaftar dalam Warisan Dunia UNESCO, para arkeolog menemukan roti beragi berusia 8.600 tahun di dekat tungku yang rusak, salah satu yang tertua yang pernah ditemukan. 

Sementara itu, di Gundukan Kulluoba di Eskisehir, para ahli menemukan sepotong roti berusia 5.000 tahun yang mengandung gandum emmer dan lentil, yang diyakini sebagai roti beragi dan dipanggang tertua di dunia. 

Diperkirakan dipanggang pada suhu sekitar 140 derajat Celcius, sebagian roti tersebut dibakar dalam ritual kesuburan dan dikubur di dekat ambang pintu rumah, mencerminkan eratnya hubungan antara makanan dan kepercayaan dalam masyarakat awal.

Di sisi lain, penggalian di Kota Kuno Topraktepe (Eirenepolis) di Karaman mengungkap lima roti yang terkarbonisasi dan diperkirakan berasal dari abad ke-7 hingga ke-8 Masehi. 

Para ahli meyakini bahwa roti-roti ini mungkin merupakan roti sakramental yang digunakan dalam ritual Kristen awal. 

Penemuan arkeologis lainnya menemukan cetakan roti bermotif berlian (seperti baklava) di reruntuhan Harran di Sanliurfa, Turki, salah satu pemukiman tertua di dunia. 

Diperkirakan dibuat sekitar 800 tahun yang lalu, cetakan tersebut memberikan petunjuk baru tentang bagaimana masyarakat masa itu menyiapkan roti sehari-hari mereka..

Tak terhitung kekayaan olahan panggang

Penemuan kuno ini menyoroti budaya roti dan pastry yang berakar kuat di Anatolia. Dengan sejarah yang membentang ribuan tahun, tradisi roti Turki masih hidup hingga kini dalam beragam bentuk yang tersebar di seluruh negeri. 

Toko roti tradisional dan pembuat roti rumahan dengan penuh cinta menciptakan berbagai jenis roti dan pastry, menggunakan bahan-bahan yang terinspirasi dari kekayaan lokal. 

Anda bisa menikmati sarapan santai di wilayah Laut Hitam dengan roti tepung jagung berwarna keemasan, menyantap sup panas dengan roti tandur di Anatolia Timur, atau memadukan “bazlama” dengan semur hangat di Anatolia Tengah. Budaya roti Turki sama beragamnya dengan bentang alamnya. 

Pide: Roti Pipih Ikonik Turki

Di Turki, roti klasik somun disajikan di setiap waktu makan, sementara puluhan jenis roti daerah mencerminkan kekayaan bahan lokal, iklim, dan tradisi berabad-abad. Pide, roti pipih tebal yang dipanggang dalam oven batu berbahan bakar kayu, hadir dalam berbagai jenis seperti tirnak pide, tombik pide, dan Ramazan pidesi. 

Roti ini juga dapat disajikan sebagai pastry dengan berbagai topping, seperti keju, bayam, daging tumis, atau daging domba cincang. 

Popularitasnya yang tak pernah surut membuat restoran khusus pide mudah ditemukan, mulai dari Istanbul hingga kota-kota kecil di seluruh Turki.

Tradisi yang Terdaftar di UNESCO, Lavash dan Yufka

Lavash dan yufka adalah dua jenis roti lain yang memegang peranan penting dalam kuliner Turki. 

Selama berabad-abad, para perempuan di seluruh Anatolia telah membuat roti pipih tipis ini bersama-sama untuk persediaan musim dingin dan acara-acara istimewa seperti pernikahan, sebuah tradisi yang diakui oleh UNESCO pada 2016 sebagai bagian dari Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan. Lavash, yang sering disajikan bersama kebab, ciakofte, dan hidangan panggang lainnya, digunakan untuk membuat durum yang sangat digemari. 

Yufka, yang bahkan lebih tipis, biasa dinikmati saat sarapan dengan keju dan menjadi lapisan lembut dari hidangan penutup ikonik Turki, baklava.

Roti telah menjadi bagian dari kehidupan dan budaya Anatolia sejak zaman prasejarah, dan di Türkiye, Anda dapat menelusuri sejarahnya sekaligus menikmati beragam jenis roti yang masih dibuat hingga hari ini. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya