Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah gempuran gawai dan game digital, permainan tradisional ternyata masih menyimpan banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak.
Aktivitas sederhana seperti petak umpet, lompat tali, atau congklak bukan sekadar nostalgia masa lalu, tapi juga sarana untuk membentuk karakter Si Kecil sejak dini.
Permainan tradisional mengajarkan anak untuk aktif bergerak, berinteraksi dengan lingkungan, hingga menumbuhkan kreativitas. Hal-hal ini kerap terabaikan, padahal masa tumbuh kembang merupakan momen krusial yang membutuhkan stimulasi positif.
Lewat permainan, anak belajar memahami aturan, menunggu giliran, hingga berdiskusi dengan teman sebaya. Misalnya dalam petak umpet, ada yang bertugas mencari dan ada yang bersembunyi. Dari situ, Si Kecil belajar menghargai kesepakatan bersama sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri.
Asah Motorik Kasar dan Halus
Kebanyakan permainan tradisional menuntut anak untuk bergerak aktif. Berlari, melompat, atau melempar bola memperkuat motorik kasar. Sementara itu, motorik halus terasah lewat permainan kecil seperti congklak atau kelereng yang membutuhkan konsentrasi, ketepatan, dan koordinasi antara mata serta tangan.
Permainan di luar ruangan, seperti engklek atau lompat tali, membuat tubuh anak tetap aktif. Selain berkeringat, aktivitas ini juga memperkuat daya tahan tubuh dan menjaga berat badan ideal.
Sinar matahari yang didapat saat bermain pun membantu pembentukan vitamin D untuk pertumbuhan tulang.
Semua permainan itu bukan hanya menyenangkan, tapi juga penuh makna. Si Kecil bisa belajar banyak hal sambil tertawa dan bergerak bebas. Dengan begitu, masa kecilnya akan kaya pengalaman positif yang akan terbawa hingga dewasa.(H-2)
Di SDN 015 Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pembelajaran numerasi tidak selalu dimulai dari buku dan papan tulis.
Permainan tradisional bukan sekadar hiburan, tapi warisan budaya yang mendidik. Simak daftar lengkap, cara bermain, dan manfaatnya untuk tumbuh kembang anak.
Sembilan jenis dolanan (permainan) disajikan dalam Festival Dolanan Anak Tradisional yang digelar di halaman Museum Situs Purbakala Patiayam Kudus
Dinas Pemuda dan Olahraga Kendari menginisiasi lomba egrang guna membangkitkan kembali permainan tradisional
Banyak permainan tradisional kini mulai langka akibat digitalisasi dan perubahan gaya hidup anak-anak yang kian jauh dari ruang bermain fisik.
KEK Tanjung Lesung sukses menyelenggarakan Festival Kolecer yang digelar pada 26-28 September 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved