Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS penyiraman air keras yang mengakibatkan luka pada wajah Agus Salim, salah seorang pekerja di sebuah kafe di Jakarta Barat, mendapat perhatian warganet. Agus disiram air keras oleh sejawat kerjanya ketika tengah mengendarai motor bersama sang istri di jalan. Kasusnya pun telah ditangani Polisi. Pelaku juga telah ditangkap.
Agus kemudian muncul di beberapa podcast, salah satunya di podcast milik Denny Sumargo. Ketika itu, Agus meminta bantuan warga untuk donasi pengobatannya. Donasi terkumpul melalui Pratiwi Noviyanthi, jumlahnya mencapai Rp1,5 miliar.
Namun, kini warganet yang turut berdonasi menjadi geram lantaran sebagian dana yang telah disalurkan ke Agus tak digunakan sesuai kebutuhan, bahkan ada tuduhan uang tersebut digunakan untuk hal lain yang tidak ada hubungannya dengan pengobatan.
Saat ini, kita memang lebih mudah melakukan donasi lewat berbagai platform daring yang tersedia. Lalu, apakah ada cara berdonasi yang memang tepat penyaluran serta penggunaannya? Begini caranya;
Pastikan jika kita ingin berdonasi secara daring, pilih platform yang kredibel. Kalian bisa melakukan riset tentang platform tersebut, ulasan dari pemberi donasi, hingga cek legalitas hukumnya. Ini dapat membantu menghindari penipuan dan memastikan donasi diberikan ke penerima yang tepat.
Beberapa platform donasi daring mengenakan biaya administrasi ketika berdonasi. Hal itu digunakan untuk pemeliharaan platform dan layanan. Pahami besaran persentase dari donasi yang digunakan untuk biaya administrasi tersebut.
Pilih platform yang mengenakan biaya administrasi wajar atau bisa pilih yang tak mengenakan biaya admin.
Perhatikan keamanan dan privasi data pribadi. Pastikan platform donasi yang kalian pilih memiliki kebijakan privasi yang jelas dalam menjaga kerahasiaan informasi pribadi. Informasi seperti nomor kartu kredit atau rekening bank harus dijaga dengan baik untuk mencegah penyalahgunaan.(M-3)
Penanganan kasus Andrie Yunus menuai sorotan. TGPF didorong segera dibentuk untuk ungkap fakta dan pulihkan kepercayaan publik.
LETJEN TNI Yudi Abrimantyo resmi mundur dari jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI pada Rabu, 25 Maret 2026. Ini beberapa nama yang berpotensi mengisi jabatan tersebut.
PAKAR komunikasi sosial politik Universitas Padjadjaran (Unpad), Rusdin Tahir menyoroti terkait penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI.
DPR mendesak Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk segera mengeluarkan kesimpulan tegas terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus
Komnas HAM desak Panglima TNI periksa eks KaBAIS Letjen Yudi Abrimantyo terkait kasus penyiraman air keras aktivis KontraS Andrie Yunus. Simak pernyataan lengkapnya di sini.
Pendalaman dilakukan dengan menghimpun informasi dari berbagai pihak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved