Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETIKA berbicara tentang biji-bijian utuh, jelai mungkin tidak setenar oat, gandum, atau bahkan quinoa.
Namun, jangan pernah meremehkan kekuatan jelai dalam memberikan manfaat kesehatan yang luar biasa.
Dari serat tinggi hingga kandungan vitamin dan mineral yang melimpah, jelai adalah permata tersembunyi dalam dunia biji-bijian yang patut Anda masukkan ke dalam menu sehari-hari.
Baca juga : Hindari kolesterol, Konsumsi Omega-3 dengan Vitamin E untuk Kesehatan Jantung
Jelai, atau dalam bahasa ilmiahnya Hordeum Vulgare L., adalah anggota keluarga rumput-rumputan yang telah menjadi bagian dari kehidupan manusia selama ribuan tahun.
Bahkan, jelai tercatat sebagai salah satu biji-bijian tertua yang pernah dikonsumsi oleh manusia. Pada tahun 2007, jelai menempati peringkat keempat dalam produksi biji-bijian global, hanya kalah dari gandum, beras, dan jagung.
Tanaman ini tumbuh subur di lebih dari 100 negara, dengan Rusia, Jerman, dan Prancis sebagai produsen utama.
Baca juga : Tujuh Khasiat Daun Kelor bagi Kesehatan
Jelai adalah sumber yang kaya akan berbagai nutrisi penting, termasuk:
• Serat: Baik serat larut maupun tidak larut.
• Vitamin B kompleks: Seperti niasin dan tiamin.
• Mineral: Selenium, tembaga, kromium, fosfor, dan magnesium.
Tidak hanya itu, jelai juga mengandung antioksidan yang dikenal sebagai lignan, yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari berbagai penyakit kronis.
Baca juga : 4 Manfaat Madu dan Kunyit bagi Kesehatan
Serat adalah salah satu komponen utama yang membuat jelai sangat bermanfaat bagi kesehatan.
Dalam setiap cangkir jelai, Anda bisa mendapatkan sekitar enam gram serat, sebagian besar berupa serat tidak larut. Serat ini tidak hanya membantu pencernaan, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung, mengendalikan kadar gula darah, dan membuat Anda merasa kenyang lebih lama.
Sebuah studi tahun 2003 mengamati efek penambahan lebih banyak jelai ke dalam makanan wanita dewasa dan menemukan bahwa setelah empat minggu, asupan jelai memiliki efek menguntungkan pada metabolisme lipid dan fungsi usus.
Baca juga : 5 Jenis Makanan Sehat untuk Anak
Serat dalam jelai membantu mengatasi masalah pencernaan seperti sembelit dan diare dengan membentuk massa di dalam saluran pencernaan, sehingga mengatur pergerakan usus.
Selain itu, serat juga membantu menjaga keseimbangan bakteri baik dalam usus, yang dapat mencegah berbagai jenis kanker pada sistem pencernaan.
Karena serat tidak dicerna oleh tubuh, konsumsi jelai membantu Anda merasa kenyang tanpa kalori tambahan.
Studi menunjukkan bahwa serat dalam jelai dapat membantu mengurangi rasa lapar dan menurunkan berat badan secara signifikan, membuatnya menjadi pilihan biji-bijian yang ideal bagi mereka yang ingin mengelola berat badan.
Jelai adalah pilihan yang cerdas bagi penderita diabetes atau sindrom metabolik lainnya.
Kandungan serat larut dalam jelai membantu memperlambat pelepasan gula ke dalam aliran darah, mengontrol kadar gula darah, dan meningkatkan sensitivitas insulin.
Diet yang kaya serat, seperti yang ditemukan dalam jelai, telah terbukti efektif dalam menurunkan kadar kolesterol tinggi.
Serat tidak larut dalam jelai menghambat penyerapan kolesterol jahat oleh usus, yang pada gilirannya membantu mengurangi risiko penyakit jantung.
Konsumsi jelai dapat membantu melindungi jantung Anda dari berbagai penyakit. Vitamin dan mineral dalam jelai, seperti niasin, selenium, dan magnesium, berperan dalam mengendalikan kadar kolesterol, tekanan darah, dan mencegah pembentukan plak di arteri.
Menurut sebuah artikel tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Molecules , “senyawa lignan semakin diminati karena potensi sifat menguntungkannya, yaitu aktivitas antikankerogenik, antioksidan, estrogenik, dan antiestrogenik.”
Jelai mengandung lignan, sejenis antioksidan yang dapat membantu mengurangi peradangan dan melawan penuaan.
Antioksidan ini juga berperan dalam melindungi tubuh dari berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
Nutrisi dalam jelai seperti selenium, tembaga, niasin, dan tiamin, sangat penting untuk berbagai fungsi tubuh, mulai dari kesehatan kulit hingga fungsi kognitif.
Misalnya, selenium berperan dalam meningkatkan kesehatan kulit dan rambut, sementara magnesium membantu mengendalikan fungsi otot dan produksi glukosa.
Pola makan yang mencakup biji-bijian utuh seperti jelai telah terbukti melindungi dari berbagai jenis kanker, termasuk kanker gastrointestinal, payudara, dan prostat.
Senyawa dalam jelai membantu melawan kerusakan akibat radikal bebas dan peradangan, serta memperbaiki lingkungan usus untuk meningkatkan kekebalan tubuh.
Meskipun jelai mungkin tidak sepopuler biji-bijian lainnya, manfaat kesehatannya yang luar biasa tidak boleh diabaikan.
Dari menjaga kesehatan pencernaan hingga melindungi jantung dan menurunkan berat badan, jelai adalah tambahan yang sangat baik untuk diet Anda.
Jadi, jangan ragu untuk mulai menjadikan jelai sebagai bagian dari menu harian Anda!(draxe.com/NA)
KIWI dikenal sebagai buah yang kaya akan antioksidan, vitamin, mineral, serta serat. Bagian kulitnya justru menyimpan banyak nutrisi penting.
Vitamin D sebenarnya memiliki banyak manfaat lain yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Buah yang kaya akan vitamin, mineral, serat, dan antioksidan esensial, buah-buahan memberikan nutrisi awal yang baik untuk mengawali hari.
Vitamin atau yang dikenal sebagai mikronutrien, sangat penting bagi tubuh. Untuk menunjang fungsi sel dan proses molekuler tubuh. Tapi hanya dibutuhkan dalam jumlah kecil.
Namun, beberapa suplemen mengandung pemanis tambahan yang bisa menambah kalori, sehingga penting untuk memperhatikan komposisinya terutama saat diet.
Rambut rontok bukan sekadar masalah kosmetik. Kekurangan vitamin dan mineral bisa melemahkan folikel rambut dan memicu kerontokan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved