Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PELECEHAN seksual tak hanya menimpa orang dewasa, namun juga anak-anak. Kerap kali, anak mengalami hal tersebut karena kurangnya pengetahuan dan bekal terkait reproduksi atau seksualitas. Banyak orang tua merasa enggan untuk mengajari anak tentang hal tersebut karena dianggap tabu.
Oleh karena itu DIA Foundation menyelenggarakan Launching Buku Cerita Anak pada Sabtu (10/8) lalu dengan tema “Sexuality Education for Young Learners”, di Denpasar, Bali.
Sebanyak lima buku dengan judul “Rahasia”, “Apa yang Boleh Difoto?”, “Ami Si Pemberani”, “Putri Malu Jangan Malu!” dan “Noda Apa Ini?” pertama kalinya diperkenalkan kepada publik setelah melalui proses panjang.
Baca juga : Pegiat Pendidikan Anggie Ajak Generasi Muda Wujudkan Indonesian Dream
Pada 2022 DIA Foundation membuat modul pendidikan seksual untuk jenjang PAUD, SD, SMP dan SMA. Modul ini kemudian menjadi buku pegangan konseptual dalam pelatihan yang menyasar guru-guru yang tersebar di 9 kabupaten dan kota di Bali serta di kota Jambi dan Manado.
Founder DIA Foundation, Sutaningrat Puspa Dewi menyebutkan pada perkembangannya, DIA Foundation memandang perlu untuk memperluas edukasi dengan cara-cara yang lebih praktis, sederhana dan mampu menjangkau pendidikan seksual tidak hanya di sekolah namun juga di rumah.
"Buku cerita anak ini diyakini sebagai sarana belajar yang efektif dalam menciptakan ruang diskusi seputar pendidikan seksual antara orang tua dan anak saat di rumah ataupun antara guru dan murid-murid di kelas," ungkap Puspa.
Baca juga : UNJ Beri Psikoedukasi Remaja terkait Risiko Seks Pranikah
Dikatakannya, diketahui topik ini sering kali dianggap tabu dan orang dewasa kesulitan menemukan “pintu masuk” saat memulai diskusi dengan anak.
Para penulis adalah guru-guru yang aktif mengajar di sekolah negeri, swasta dan Satuan Pendidikan Kerjasama (SPK) atau sekolah internasional di Bali.
Mereka adalah Ida Ayu Eva Putri Prabawanti, Ni Luh Wanda Putri Pradanti, Desak Putu Sutariani, I Made Adnyana, dan Putu Ayu Eka Arseni. Penulis berproses dari Februari-Juli 2024 dimentori oleh Debby Lukito Goeyardi, seorang penulis buku anak dan aktivis literasi yang kerap membersamai kegiatan literasi nasional di bawah Kemdikbud-Rristek RI.
Pendiri DIA Foundation, Sutaningrat Puspa Dewi, yang juga merupakan konsultan pendidikan menerangkan bahwa capaian ini tidak terlepas dari dukungan finansial Pertamina Foundation yang menghibahkan dana melalui program Young Leader 2022 dan Super Young Leader 2023.
"Kami berharap edukasi pendidikan seksual ini mampu menjadi gerakan pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual," tandas Puspa. Ia percaya bahwa tugas pendidikan selain mencerdaskan anak bangsa juga memastikan keselamatan mereka baik secara fisik maupun mental agar potensinya dapat berkembang secara optimal. (H-2)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa pendidikan Pancasila harus menjadi arus utama dalam pembentukan karakter generasi muda
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Azis Subekti, meminta publik untuk bersikap jernih dan jujur dalam membaca struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
EMPAT alumni telah mengembalikan dana sebesar Rp1 hingga Rp2 miliar karena terbukti dijatuhi sanksi akibat tak menjalankan kewajiban mereka. Hal itu disampaikan Direktur Utama LPDP
BELAKANGAN ini, ruang media sosial diramaikan perbincangan mengenai istilah 'bahasa ibu' yang memantik refleksi publik.
Paradoks yang kerap dialami banyak profesional: terlihat berhasil di luar, namun perlahan kehilangan makna di dalam.
Hendri Satrio menjelaskan, karya tersebut lahir dari keresahannya melihat pola komunikasi pejabat yang seringkali memicu polemik.
Ekoteologi bukan sekadar konsep akademik, melainkan kerangka berpikir yang menghubungkan manusia, alam, dan Tuhan.
Priyambudi Sulistiyanto resmi meluncurkan bukunya, Finding Kapiten Boodieman, dalam sesi Book Launch di Ubud Writers & Readers Festival 2025
Karya GKR Hemas berhasil menggambarkan dinamika peran DPD RI sejak reformasi hingga kini, serta menegaskan pentingnya memperkuat hubungan antara pusat dan daerah.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengapresiasi peluncuran buku bertajuk yang ditulis dr Inez Nimpuno, MPS, MA, sebagai upaya menggencarkan edukasi tentang kanker payudara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved