Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LENSA kontak atau softlens adalah solusi praktis bagi banyak orang yang ingin mengoreksi penglihatan mereka tanpa harus menggunakan kacamata.
Namun, penggunaan lensa kontak yang tidak tepat bisa menyebabkan infeksi kornea yang serius.
Berikut adalah beberapa tips penting untuk merawat lensa kontak agar mata Anda tetap sehat dan terhindar dari infeksi kornea.
Baca juga : Ini Saat Anda Harus Cuci Tangan dengan Sabun Atau Cukup dengan Hand Sanitizer
Sebelum menyentuh lensa kontak, selalu cuci tangan Anda dengan sabun dan air mengalir.
Keringkan tangan dengan handuk bersih agar tidak ada bakteri atau kuman yang menempel pada lensa kontak saat Anda memasang atau melepasnya.
Hindari menggunakan air keran atau air kemasan untuk membersihkan atau menyimpan lensa kontak.
Baca juga : Semua Orang Bisa Jadi Donor Kornea, Asal...
Gunakan cairan pembersih khusus lensa kontak yang direkomendasikan oleh dokter mata Anda.
Cairan ini mengandung bahan yang dapat membunuh kuman dan menjaga lensa tetap bersih.
Setiap kali Anda melepas lensa kontak, gosoklah dengan lembut menggunakan cairan pembersih, meskipun cairan tersebut berlabel "no-rub". G
Baca juga : 10 Tips Mencegah ISPA saat Cuaca Panas dan Polusi Udara
osok lensa selama beberapa detik dan bilas dengan cairan sebelum menyimpannya dalam wadah yang bersih.
Wadah lensa kontak juga perlu diganti secara berkala, setidaknya setiap tiga bulan sekali. Wadah yang lama bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri.
Selain itu, pastikan Anda selalu membersihkan wadah lensa dengan cairan pembersih setiap hari dan mengeringkannya dengan baik.
Baca juga : Wudu sebelum dan setelah Makan, Sunah Rasul yang Terlupakan
Setiap jenis lensa kontak memiliki batas waktu pemakaian tertentu. Jangan menggunakan lensa kontak melebihi waktu yang direkomendasikan, baik itu harian, mingguan, atau bulanan.
Penggunaan lensa yang melebihi batas waktu pemakaian bisa meningkatkan risiko infeksi.
Tidur dengan lensa kontak dapat mengurangi suplai oksigen ke kornea, yang bisa menyebabkan infeksi atau kerusakan pada mata.
Jika Anda membutuhkan lensa kontak yang dapat dipakai selama tidur, konsultasikan dengan dokter mata untuk mendapatkan jenis yang tepat.
Hindari memakai lensa kontak saat berenang atau mandi.
Air dapat mengandung mikroorganisme yang bisa menyebabkan infeksi mata.
Jika Anda harus menggunakan lensa kontak saat berenang, pertimbangkan untuk menggunakan kacamata renang yang kedap air.
Lensa kontak adalah barang pribadi dan tidak boleh dipinjamkan kepada orang lain. Bertukar lensa kontak dapat menyebarkan bakteri dan virus, meningkatkan risiko infeksi.
Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, Anda dapat menjaga kebersihan dan kesehatan lensa kontak serta mengurangi risiko infeksi kornea.
Jika Anda mengalami gejala seperti kemerahan, nyeri, penglihatan kabur, atau kepekaan terhadap cahaya, segera konsultasikan dengan dokter mata.
Referensi:
Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) memperkirakan 1 dari 1.000 penduduk di Indonesia atau 270 ribu dari 270 juta masyarakat mengalami kebutaan akibat kelainan kornea.
PENGGUNA lensa kontak diimbau untuk selalu memerhatikan kebersihan saat menggunakannya agar tidak menyebabkan infeksi pada kornea mata.
"Untuk syarat pendonor kornea tidak sulit semua orang bisa, tapi diutamakan tidak punya riwayat infeksi."
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Pada pasien anak yang dirawat inap akibat radang paru akut (pneumonia), ditemukan bahwa mereka yang mengalami gejala berat, sering kali memiliki lebih dari satu patogen di dalam tubuhnya.
Mikrobiota vagina adalah kumpulan mikroorganisme, terutama Lactobacillus, yang berfungsi melindungi organ reproduksi perempuan.
RSV bukan penyakit batuk pilek biasa yang kemudian orang yang tetap hidup sehat seperti biasa. Tapi bisa berakhir dengan komplikasi ICU, bahkan bisa berakhir dengan kematian.
RSV dapat menyebabkan anak terkena infeksi seperti bronkiolitis dan pneumonia. Meski sering disamakan, kedua penyakit itu ternyata cukup berbeda dari berbagai sisi.
Makanan untuk penderita tifus: pilih yang bergizi, mudah dicerna, dan bantu pulihkan energi. Cegah malnutrisi dengan asupan sehat selama masa pemulihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved