Headline
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Gara-gara Yaqut, Noel ikut ajukan jadi tahanan rumah.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG klinis lulusan Universitas Indonesia Nirmala Ika mengatakan berpelukan secara tulus antara orangtua dan anak dapat membuat anak merasa dicintai dan diterima serta dapat menyalurkan kebahagiaan.
"Semua anak butuh perasaan dicintai. Dia merasa butuh diterima atau nggak diterima. Pelukan ini bisa jadi media yang membuat mereka merasa dicintai, pelukan memberi rasa bahagia, dengan kemudian kita memeluk anak dia akan merasa bahagia," kata Nirmala, Senin (15/7).
Nirmala mengatakan masih banyak orangtua yang masih canggung memeluk anak sendiri karena didikan pada zaman mereka yang menerapkan batasan antara orangtua dan anak.
Baca juga : Benarkah Berpelukan dengan Tulus Membuat Anak Merasa Dicintai? Begini Penjelasan Psikolog
Padahal, secara umum, katanya, berpelukan dapat memberikan manfaat menghasilkan hormon bahagia, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.
Hormon ini akan membantu menurunkan level stres dan dapat meningkatkan imunitas. Dengan rasa bahagia itu suasana hati akan membaik dan otomatis semua organ akan berfungsi dengan baik juga.
Pelukan dari orangtua secara tulus, kata Nirmala, dapat memberikan rasa bahagia yang dirasakan anak-anak, yang juga merupakan reaksi alami tubuh sebagai sesuatu yang menenangkan dan juga akan merasa dihargai kehadirannya.
Baca juga : Orangtua Anak dengan Kanker Perlu Dukungan Psikologis
Nirmala mengatakan pelukan selama 10 detik cukup untuk mengisi rasa bahagia anak, namun pelukan yang diberikan harus tulus dan orangtua harus memeluk dengan hati yang tulus dan 'hadir' tanpa distraksi dari hal lain.
"Secara psikologis, yang penting hati kita tulus atau nggak, bisa nggak dalam beberapa puluh detik kita benar-benar di situ, meluk dia, itu yang lebih penting daripada kita ikutin aturan tapi kita meluk doang padahal otak kemana-mana, anak-anak lebih butuh kehadiran fisik," jelas Nirmala.
Nirmala juga mengatakan pada anak yang lebih besar sebenarnya tetap membutuhkan pelukan hangat dari orangtua mereka, hanya saja ucapan dari lingkungan sekitar tentang pelukan yang berarti anak manja membuat sebagian anak yang sudah masuk pubertas menjadi lebih jarang ingin dipeluk, terlebih di tempat umum.
Baca juga : Ini Tanda Pembesaran Kelenjar Getah Bening pada Anak yang Patut Diwaspadai
Karena itu, Nirmala mengingatkan orangtua untuk membiasakan pelukan sebagai suatu hal yang wajar dan upaya untuk menunjukkan rasa kasih sayang kepada anak.
Anak yang sering dipeluk atau merasakan sentuhan fisik dari orangtua juga bisa menjadikan anak saat dewasa memiliki hati yang tenang dan dapat menularkan kebahagiaan pada orang lain karena tidak terpapar kekerasan.
"Kita juga harus mengajarinya siapa yang boleh peluk siapa yang nggak boleh, pelukan seperti apa yang boleh dan nggak, tapi ketika dia masih mau pelukan sama kita sebagai orangtua, dia akan mau-mau saja dipeluk orangtuanya karena nggak di-judge," katanya.
Sementara selain pelukan, orangtua bisa hadir secara utuh fisik dan emosional untuk anak dengan meluangkan waktu 10 menit untuk bermain dan berinteraksi dengan anak. (Ant/Z-1)
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Pendampingan orangtua selama film berlangsung sangatlah krusial untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada anak.
Menyaksikan tontonan yang tidak sesuai klasifikasi usia merupakan ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Salah satu indikator utama seorang anak telah mencapai tahap adiksi adalah kehilangan kontrol diri yang akut.
Kunci pembeda utama antara stunting dan stunted terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved