Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG anak dan keluarga dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Samanta Elsener menekankan pentingnya persiapan kemandirian anak oleh orangtua sebelum memasukkannya ke Sekolah Dasar (SD).
“Usia ideal bagi anak masuk SD tergantung dari tiap anak. Ada anak yang idealnya usia 6 tahun atau 7 tahun, ini dilihat dari kesiapannya baik secara kognitif, perilaku dan psikososialnya pada tiap anak,” kata Samanta dikutip Antara, Jumat (5/7)
Untuk mempersiapkan kemandirian anak sebelum masuk SD, berikut tips dari Samanta Elsener yang bisa dilakuakn orangtua:
Baca juga : Ini Dampak Negatif Sekolahkan Anak ke SD Terlalu Dini
1. Ajarkan hal kecil sejak dini
Kemandirian pada anak sebaiknya mulai dibangun sejak sebelum mereka memulai pendidikan di sekolah. Orangtua dapat membantu anak belajar untuk mengenakan sepatu sendiri, mengganti pakaian, dan menggunakan kamar mandi secara mandiri.
2. Ajarkan kemampuan kognitif anak
Baca juga : Korupsi Jual Beli Nilai Rapor Demi Lulus PPDB Diduga Terjadi di SD Negeri Kota Depok
Selain kemandirian, Samanta menekankan pentingnya menyiapkan kemampuan kognitif anak agar mereka merasa nyaman saat belajar di sekolah.
Menurutnya, kemampuan kognitif yang perlu dilatih meliputi kemampuan untuk mengelompokkan benda atau bentuk, kemampuan membedakan yang sama dan yang berbeda, kemampuan mendengarkan orang lain dengan baik, berbicara secara bergantian tanpa memotong pembicaraan orang lain, serta kemauan untuk berbagi mainan dengan teman.
3. Ajarkan anak hafal alamat dan nomor rumah
Baca juga : Renovasi SDN Roboh di Sawangan Depok Ditunda hingga 2025
orangtua dapat meminta anak untuk menghafal nomor telepon rumah, nama orangtua, dan alamat rumah sebagai langkah antisipasi jika terjadi situasi yang tidak diinginkan saat mereka berpisah dari orangtua dalam waktu yang cukup lama.
Samanta menyatakan bahwa pembentukan karakter dan kemampuan tersebut akan membantu anak dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Hal ini juga akan memungkinkan mereka untuk memahami instruksi yang diberikan oleh guru dan tetap tenang selama proses pembelajaran.
Menurutnya, kemandirian ini juga dapat membantu menghindarkan anak dari dampak negatif jika mereka masuk SD sebelum usia yang ideal. Contohnya, anak bisa mengalami kehilangan minat belajar, banyak keluhan dari guru, dan merasa tertekan, yang semuanya dapat mempengaruhi prestasi belajarnya secara negatif. (Ant/P-5)
Wali kota memerintahkan adanya audit terhadap sistem pengawasan fisik maupun non-fisik guna memastikan tidak ada lagi celah bagi tindakan menyimpang di lingkungan sekolah.
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar, mengajak anak-anak Indonesia untuk berempati dan peduli kepada masyarakat yang terdampak bencana Sumatra.
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memberikan 120 Buku Teks Utama (BTU) Pendidikan Pancasila kepada sekolah jenjang pendidikan Dasar dan Menengah di Kota Singkawang
Pelajar sekolah dasar (SD) di tiga desa yang berada di Morowali Utara yaitu Desa Bunta, Bungintimbe, dan Tanauge mendapatkan bantuan sepatu dan tas sekolah
SDN 1 Porara di Desa Morosi kini memiliki 16 ruang kelas, 22 guru, serta 500 murid, dengan 107 siswa baru tercatat pada tahun ajaran 2025.
Kegiatan ini diikuti siswa sekolah dasar kelas 5–6 dari Bojonegoro dan Jakarta dengan semangat besar untuk belajar sains, teknologi, engineering, dan matematika (STEM).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved