Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
ANGGARAN yang dimiliki Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat minim. Padahal, BPBD harus menangani bencana yang berpotensi terjadi di 16 kecamatan.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Bandung Barat, Asep Sehabudin menjelaskan, anggaran kebencanaan yang disiapkan untuk penanganan bencana
alam dan penyiapan logistik hanya sebesar Rp3 miliar.
"Dari sisi anggaran itu sangat kecil karena selain harus membeli logistik kebencanaan seperti terpal dan karung, kita juga harus melakukan sosialisasi dan mitigasi bencana," kata Asep, Jumat (19/1).
Ia mengaku, dengan anggaran yang minim ini tentu tidak sebanding dengan
kondisi bentang wilayah, mengingat Bandung Barat sangat luas dan banyak
wilayah rawan bencana.
"Anggaran itu tentu tidak ideal karena wilayah kita luas dan rawan bencana. Mestinya anggarannya bisa lebih dari Rp 3 miliar untuk menyediakan stok logistik yang memadai," ujar Asep.
Untuk menutupi kekurangan anggaran, dia menyatakan, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemprov Jabar dan mengandalkan anggaran Biaya Tak Terduga (BTT).
"Terkait anggaran kebencanaan sebetulnya tidak ada istilah ideal, karena bencana itu sifatnya mendadak. Yang penting kesiapsiagaan saja, termasuk kesiapan kas daerah, jadi kalau mendesak anggarannya ada pakai BTT," terangnya.
Walaupun terkendala anggaran, lanjut Asep, stok logistik kebencanaan untuk tahun ini masih aman dan bisa digunakan untuk menangani bencana alam selama musim hujan yang bisa memicu banjir dan longsor.
"Kalau misalnya nanti kurang, kita bisa meminta bantuan BNPB dan Provinsi. Jadi, walaupun anggaran kita kecil, penanganan bencana masih aman," ungkapnya.
Seperti diketahui, BPBD mencatat ada 11 kecamatan di Bandung Barat rawan bencana hidrometeorologi di antaranya Rongga, Gununghalu, Cipongkor, Sindangkerta, Cililin, Cipatat Saguling, Cisarua, Parongpong, Lembang, dan Ngamprah.
Bencana yang mengancam masyarakat pada musim hujan biasanya banjir,
tanah longsor dan angin kencang. (SG)
Kami berharap seluruh pihak agar menahan diri, menjaga persatuan, merawat ketertiban dan memperkuat solidaritas sesama warga
Yang membuat bazar ini berbeda adalah jumlah koleksi yang mencapai lebih dari satu juta buku.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi bergerak memastikan kondisi M Umar yang merupakan pengendara ojek online
PCNU Kabupaten Tasikmalaya menyerukan agar seluruh masyarakat menahan diri agar tidak terjadi konflik horizontal dan perpecahan
Istigosah ini dilakukan untuk berdoa bersama-sama, memohon keselamatan dan kedamaian untuk Indonesia dan juga untuk Kabupaten Kuningan.
Apel siaga ini bukan hanya kegiatan seremonial, melainkan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
Pos Indonesia berkomitmen mendukung upaya pemerintah menyalurkan pangan dengan harga terjangkau kepada masyarakat.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), menyiagakan petugas kesehatan dan ambulans untuk mengantisipasi dampak unjuk rasa yang tengah marak di Kota Bandung.
Petugas membubarkan massa dengan cara menembakkan gas air mata.
SMP Gagasceria, Kota Bandung, menggelar workshop untuk guru yang menghadirkan pakar pendidikan dari dalam negeri dan luar negeri.
Pusat kebugaran revolusioner dengan konsep fleksibel, kelas inovatif, dan stickfit pertama di Asia
Kesiapsiagaan itu dibutuhkan karena wilayah Kabupaten Bandung Barat menjadi kawasan paling rentan dan terdampak
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, kobaran api mulai terlihat sekitar pukul 17.00 WIB.
Para pelaku mengaku mendapat upah Rp1 juta per orang untuk mengawal barang tersebut.
Massa melakukan aksi simpatik. Mereka menyuarakan keprihatinan atas kasus meningglany Affan Kurniawan
Saya memang tegas-tegasan. Tapi itu semua demi kebaikan Kabupaten Cianjur
Pantauan drone thermal pada Jumat (29/8) dini hari, terdeteksi pergerakan macan tutul mengarah ke area karantina.
Hujan yang turun sekitar pukul 14.30 WIB juga tidak menyurutkan semangat para pengunjuk rasa.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved